The red femi

saya kangen esti

with one comment

saya kangen esti, kakak saya.

rasa kangen ini lebih tebal ketimbang seiris pizza di pizza hut. bahkan, jauh lebih tebal dari burger di burger mblenger. lebih tebal ketimbang serutan daging kelapa dari sebutir kelapa muda di pinggir pantai parangtritis. juga, lebih tebal dari novel yang tengah saya baca saat ini, yaitu the thirtheenth tale. tebal, tebal sekali. dan, semakin menebal. aduh, saya sendiri tidak bisa menjelaskan setebal apa rasa kangen ini.

rasa kangen ini juga lebih tebal ketimbang rasa kangen-rasa kangen yang lain. pada pacar, pada bekas pacar, pada gebetan, pada kekasih gelap, pada teman dekat, pada sahabat, pada toto yang sempat menghilang, pada teman-teman yang sudah bertahun-tahun tak berjumpa, pada … lebih tebal. kali ini rasa kangen saya pada esti lebih tebal. bagaimana menjelaskannya ya.

rasa kangen ini juga lebih tebal dari rasa ingin membeli sesuatu. keinginan iPod touch, ah masih kalah tebal. pengin seloyang tiramisu, itu juga masih kalah tebal. pengen anjing golden retriever, juga kalah tebal. pengen pulang naik pesawat setiap minggu, juga masih kalah tebal. pokoknya lebih tebal rasa kangen ini daripada rasa pengen-pengen itu. saya sendiri bingung untuk menjelaskan rasa kangen ini.

saya kangen esti, kakak saya.

rasanya seperti kangen dengan ayah, ibu, dan juga rumah di jogja. setebal itu rasa kangen saya pada esti. ingin terbang ke US. paling membuang US$ 1200 plus fiskal Rp 1 juta. sudah, itu saja. bawa badan doang juga cukup. untuk sekadar memeluk dan membisiknya, “mbakyu, aku kangen banget je karo kowe …”

sudah setahun lebih. sejak mei, sejak kepergian ayah. sudah setahun. “tahun depan kamu ke US ya!” katanya saat itu, di bandara, menjelang kepergiannya ke US kembali. saya hanya tersenyum, karena saya sendiri tidak tahu bakal bisa pergi atau tidak.

kepergian saya ke berlin berarti memupus harapan saya bakal diijinkan kembali cuti sebulan untuk mengunjungi kakak saya di US. jawabannya sudah pasti untuk tahun ini. “oktober cuti ke US? enak aja … ” seloroh BY, bos besar di pabrik kata-kata, sambil terkekeh panjang.

bahkan, saya sudah mereka ulang untuk meminta ijin pergi ke US lagi, tahun depan. jawaban itu saya dapat saat saya masih di berlin. juga, dari BY. “… tahun depan ke US? Ah, siapa yang mau kasih izin…enak men….”

waduh, cilaka. bagaimana saya membayar rasa kangen saya pada esti, kakak saya?

bener ni. saya kangen esti, kakak saya.

kangen, kangen banget.

Written by femi adi soempeno

September 15, 2007 at 7:46 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , , ,

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. ah.. saya juga lagi kangen…
    sama semua2 yang ada di obrolan kita tempoe itu..

    oya.. saya kangen punya duit juga wakakakaka

    sabar ya fem *hugh*

    cyn

    September 15, 2007 at 3:44 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: