The red femi

seporsi sate kambing

with one comment

sate kambing.

barusan saya makan sate kambing. enak banget. sudah berapa lama saya tak menggigit daging berdarah panas itu. terakhir, empat bulan lalu. mungkin lebih. bisa jadi enam atau tujuh bulan.

tapi seporsi sate kambing barusan merangsek ke perut saya. sate kambing bumbu kacang. sesungguhnya lebih pas dengan bumbu kecap. bumbu kacang lebih pas dengan sate ayam, bukan sate kambing. bisa jadi, lidah saya keplintir salah pesan pada pram, tetapi bisa juga pram yang salah pesan pada udin.

tak apa. esensinya tetap: sate kambing.

irisannya kecil. tak alot. bakarannya sempurna. tusukannya dibikin dari bilah bambu yang diiris menipis. legitnya pas.

saya jadi ingat ibu. ibu dulu paling suka memesan sate kambing di warung sate kambing bumijo, yang jaraknya sekitar 300 meter dari rumah kami. sampai sekarang, warung itu masih berdiri, dengan irisan daging, hasil bakaran dan rasa yang sama dengan yang pernah saya cecap lima belas tahun lalu. ibu, si bungsu makan sate kambing ni.

dibandingkan sate kambing, ayah lebih suka menyantap sate ayam. pintanya, banyak bawang merah, irisan kubis dan cabe pedas. sate djono!

mulut saya masih bau sate kambing. nih: haaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhh …

Written by femi adi soempeno

September 16, 2007 at 12:47 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , ,

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. sate kambinge kwi rasa wedhus ndak?😛

    mbahatemo

    September 16, 2007 at 4:01 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: