The red femi

kentang bakar

leave a comment »

asyik, kemah!

apa yang lebih nikmat dari irisan kentang? tidak ada. dibakar. dipanggang. direbus. digoreng. semuanya sama enaknya. kaya energi. kentang yang kuning dan bulat ini mempertebal keyakinan saya akan risiko penyakit yang bisa saya tekan. diabetes. kentang menggantikan nasi.

dan saya merebus kentang kini, saat kemah disini.

saya masih terus membolak-balik panci berisi kentang. kali ini saya memanggang kentang. menjadi agak kering, tetapi matang dan tidak membatu. saya terus membolak-balik. hasilnya harus sempurna. saya mengiris kentang setebal satu sentimeter. saya tidak mengupas kulitnya. saya membiarkannya begitu saja. kentang terbakar. menghitam. saya membolak-balik. tujuannya sama, agar tetap terbakar sempurna.

bayangkan seiris kentang dengan cocolan sambal pedas. atau daging sapi yang diiris menyerupai dadu dalam permainan monopoli. atau, guyuran saus steak bakal menggenapi rasa keduanya. kentang bakar dengan daging sapi, disiram kuah steak. apalagi ada rebusan brokoli dan wortel plus tomat. berkemah menjadi lebih asik. lebih seru.

kentang bakar.

tapi saya sedang tidak kemah. saya ada di bawah atap asbes di rumah sewaan di palmerah. saya sedang ada di dapur. buru-buru mengangkat rebusan irisan kentang yang lupa saya angkat. kentangnya gosong.

iya, niatnya sih kentang rebus. tapi lupa mengangkat. menjadi kentang bakar.

Written by femi adi soempeno

September 17, 2007 at 3:45 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: