The red femi

mimpi sepeda lempit

with 3 comments

sebentar lagi saya punya sepeda lipat.

perjumpaan dengan para penglipet sepeda seru juga. di shaker, kami meriung dan membincangkan soal sepeda. ada begitu banyak sepeda lempit yang direkomendasikan untuk ditunggangi. asik asik asik. melihat isi dompet, kayaknya saya masih mampu kok mengangkut satu unit sepeda ini.

lhah, buat apa nglipet sepeda?

ceritanya begini. abang saya, cis, sudah lama ngantor naik sepeda. bike to work dari cililitan ke kuningan. seru juga. hanya, sepedanya jenis mountain bike. sayangnya, memarkirkan kendaraan bermotor maupun tidak bermotor di rumah sewa musti menambah ongkos. berapa ongkosnya? kagak tahu. yang jelas, bapak kos ogah rugi saja. ruang setengah meter kali satu meter adalah uang. uwh. males banget nggak sih. sepeda masukin kamar? aih, terima kasih.

terlintas di benak sepeda lempit ini. “kalau buat elu, gue rekomendasiin lo pake sepeda lipet aja …” kata abang. bentuknya kayak gimana, juga belum tergambar di kepala. yang jelas, sepeda dilipat aja.

hitung-hitungan ruang, simpel juga. sepeda bisa saya parkirkan di depan kamar, bahkan di pojok di dalam kamar. ringkas. bahkan, saya masih bisa liputan naik sepeda lipat. kalo capek, tinggal dilipat, kemudian nyambung dengan naik ojek, mikrolet, bus, kopaja, metromini, busway atau taksi. asik!

nah, ini dia. persoalannya adalah saya wajib tahu sepeda yang cucik (cocok banget, maksutnya) buat saya. saya pun melamar di reriungan sepeda lipat, atau id-foldingbike. orang-orang penglipet sepeda ini menggulung bak bola salju. semakin banyak. semakin besar. semakin seru!

“kalau untuk cewek, bagus nih yang ini …” atau, “kalau untuk dalam kota saja, saya sarankan yang ini … ” atau, “ada yang murah, yang penting punya dulu. ini harganya segini …” terima kasih banyak ya om, sudah membantu memilih sepeda. lirak-lirik kanan kiri. saya sudah masang depe. tinggal nambahin dikit, dan angkut pulang usai deadline.

abang sempat mengajak ke singapura berburu sepeda. menyeberang dari batam, langsung njujug singapura. memilih sepeda. bukan cuma dahon, tetapi giant, mobiky dan masih banyak lagi. tapi … nggak sabar nih nunggu desember. sekarang. iya, sekarang aja. biar bisa gowes di lintasan kendaraan yang macet.

jadi, kapan kita nglempit sepeda? kalau barang sudah di tangan, tenang, nanti saya pamerkan pada kalian.

Written by femi adi soempeno

October 30, 2007 at 5:59 am

Posted in Uncategorized

Tagged with ,

3 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. bike to work? kalo di jakarta apa ga gosong tuh jeng? atau memang sekalian untuk menguras kandungan lemak jenuh di tubuh?

    met pit-pitan sama sepeda lipetnya. moga ga kelipet waktu ditunggangi atau belok.

    munggur

    November 3, 2007 at 2:12 pm

  2. saya kemaren minggu baca artikel sepeda lipat di kontan, dan tertarik memilikinya tapi sepertinya mahal ada ide mas utk mendapatkannya dengan harga murah?

    andrian

    November 20, 2007 at 1:24 am

  3. okay……cariin yang murah ya

    andrian

    November 21, 2007 at 12:58 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: