The red femi

duh, ayam pop nya jadi adem

with one comment

saya hanya butuh tempat untuk berbicara saja kok.

tanpa ada deru knalpot kendaraan. tanpa ada suara teriakan kernet kopaja. juga tanpa bisingan suara bajaj. saya sedang ingin berbicara. iya, saya butuh tempat yang tenang. tahu kenapa? karena saya sedang ingin berbicara dengannya. plihannya hanya masuk restoran pagi sore. ini restoran masakan padang di hook di pojokan pasar sunan giri, rawamangun. saya memilih duduk di tempat yang paling pojok. nylempit. agar pembicaraan kami tidak dikuping orang lain.

kami akhirnya berbincang. kami berbicara soal banyak hal. permainan kelereng di masa kecil. kisah yang tak akan usang dimakan jaman. kami juga berbicara soal perjumpaan yang masih di ujung mimpi. entah, kami bakal bisa melewatkannya atau tidak. mungkin iya, mungkin tidak. tapi saya sangat berharap bisa berjumpa dengannya.

kami terbahak membincangkan warna yang serba merah. juga, tubuh yang kian melar seiring tebalnya bigmac di McDonald dan tebalnya roti milik pizza hut. saya bisa membayangkan rautnya disana. ceria. cerah. gembira. saya mendengar tawanya. renyah. saya akan merindukan tawa itu, pasti.

sementara, di meja saya sudah penuh dengan makanan. ayam pop. rendang. sayur singkong asin. ikan pari asam pedas. dendeng batokok. gulai paru. masih banyak lagi.

saya hanya mengamatinya. lapar. saya sudah lapar. tapi lapar saya sudah dikenyangkan dengan suara dari tanah seberang. iya, suaranya. dan, kami masih terus bertukar cerita. tentang teman-teman yang kerap datang berkunjung. tentang ukuran kancut dan kutang. tentang rencana besok pagi.

“bye … i love you …” klik.

telepon selesai. durasi berhalo-halo 33 menit lebih 3 detik. saya menyeruput jeruk hangat tawar dari gelas yang berukuran tinggi. saya kemudian menjumput sayur singkong asin dan ayam pop. uwh. ayam popnya jadi adem saya tinggal setengah jam.

lagian, sekarang saya juga sudah tidak lapar lagi. saya kenyang. tahu kenapa? karena saya bahagia.

Written by femi adi soempeno

November 4, 2007 at 12:14 pm

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. “bye … i love you …” klik.

    suatu penutupan yang bagus huhuhuhu

    33 menit lebih 3 detik
    menghasilkan senyum yang benar2 puas pastinya.
    huhuhu

    bedh

    November 6, 2007 at 10:01 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: