The red femi

lihat! teman-teman baik itu ada di luar sana!

with 5 comments

saya terus mencermati mereka satu per satu.

senyumnya ramah. ia terus berceloteh sambil mengotak-atik ponsel BB miliknya. yang lainnya, ada yang terus membikin riuh suasana. eh, bukan trouble maker. tetapi penuh canda. serunya. ada juga yang sedang berbicara dengan orang lain melalui bluetooth, hanya saja ia duduk di arah hadap kami semua. dus, banyak yang ketipu. satu per satu yang lain berdatangan. tambah ramai.

itu terjadi beberapa waktu lalu, di bawah pohon rindang di pojokan kebayoran baru.

tetapi perjumpaan tidak berhenti sampai disini. ada BUZZ! di ruang pertemuan saya di yahoo messanger. datang dari teman baru. owh. ternyata bukan sekadar omong kosong. bukan sekadar celoteh basa-basi. bukan aksi tipu muslihat. goyangan ruang pertemuan ini kian seru. tidak ada yang main belakang. sebaliknya, semuanya main depan. pamer pacar baru ya di depan, bukan di belakang.

ajakan terus berdatangan. hey, saya tidak diabaikan! saya terkejut. rupanya masih ada teman-teman baik diluar sana. bukan TTM yang selama ini –ternyata– saya punya, teman tapi menjerumuskan. teman tapi menusukdariblakang. teman tapi mlorotin. teman tapi meninggalkan. *aduh femi, cerita ini sudah selesai kan, bahkan hilang tak berjejak*

kami terus berbincang. setiap hari. kami terus bercengkerama di bilik kami sendiri-sendiri. eh, tapi kami tidak bicara sendiri. kami saling berbicara. kami saling bercerita. kami saling berbincang. saya kini tahu, teman-teman baik itu sungguh ada diluar sana.

terima kasih.

Written by femi adi soempeno

November 6, 2007 at 2:16 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

5 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. alat komunikasi memang membantu membina relasi. tapi rasanya lebih hidup bila berhadapan langsung.

    bukankah kita bercakap-cakap tak sekedar menukar informasi verbal. tapi juga dengan saling memperhatikan dan mengespresikan mimik muka, gesture dan juga reaksi spontan.

    ada yang hilang dari sebuah percakapan melalui kepanjangan tangan sebuah mesin. kan kita manusia, Fem.

    munggur

    November 6, 2007 at 4:03 pm

  2. ada kok…tapi nggak banyak.

    bedh

    November 6, 2007 at 9:55 pm

  3. # munggur:
    makanya, kamu pulang to. mari kita bercakap-cakap sambil nyruput teh poci. bagaimana?

    kancutmerah

    November 6, 2007 at 10:18 pm

  4. @kancutmerah:
    iya. nyruput teh poci sambil makan sate klatak (yang kamu janjikan tempo hari dan yang sekalipun aku belum pernah memakannya).

    munggur

    November 7, 2007 at 12:58 am

  5. kalo ada kopinya saya mo ikutan…boleh?

    bedh

    November 7, 2007 at 8:29 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: