The red femi

perjalanan pagi ke jakarta

leave a comment »

padang mengantarkan saya pada sebuah kejujuran.

kali ini tentang hati. tentang sebuah mimpi. tentang sebuah ketidakberdayaan. saya jadi ingat dengan empat stiker yang saya tempelkan pada tas sepeda lipat di bagasi saya: fragile. mudah pecah. nyatanya, hati saya tak sekokoh baja. dengan mudahnya, lumer seperti cokelat yang dipanggang di bawah bola raksasa.

sosok laki-laki yang saya kenal ini sungguh mengejutkan saya, pagi tadi dalam perjalanan menuju ke jakarta. dia mengangguk, sedikit tersenyum. “saya minta maaf ya …” kemudian butiran bening meluruh pelan dari sudut matanya. speechless, saya tersenyum. ingin sekali menyeka butiran bening yang pecah itu.   

fragile.jpgtidak ada yang harus dimaafkan. setiap orang punya masanya untuk menyatakan suatu hal. bahkan, ayah saya harus bersabar selama delapan tahun untuk memberitahu saya bahwa darah yang menitis pada tubuh saya ada darah seorang anak tapol. jadi, apa yang harus saya benci? apa yang harus saya maafkan? saya percaya, masa itu akan datang. mungkin bulan depan. mungkin tahun depan. atau, mungkin bertahun-tahun lagi.

tidak akan ada yang berubah usai perjalanan pagi ke jakarta ini. semuanya akan sama saja. seperti kemarin. perjalanan pagi ke jakarta ini adalah sebuah pengalaman batin. sebuah guru kehidupan. semoga, semuanya juga menjadi pelajaran yang sangat mahal harganya untuk saya dan untuknya. setidaknya, tentang sebuah rasa cinta, kejujuran dan kesetiaan.

perjalanan pagi ke jakarta ini adalah ujian baginya. hasil ujian ini, dia yang menentukan, sedangkan saya hanya menjadi bagian dari ujian itu. perjalanan pagi ke jakarta ini juga bisa menjadi sebuah pilihan buatnya. hasil ujian ini, dia juga kok yang menentukan, sementara saya hanya menjadi bagian dari pilihannya.

saya mengecup pelan pipinya. “semuanya akan sama, tidak akan ada yang berubah …” kata saya padanya.

(ps: Mulai malam tadi, setiap mau tidur dan bangun, saya bergumam pendek:  “Tuhan, Kamu kasih sebuah perasaan yang bernama cinta pada setiap orang, termasuk buat saya. Kalau cinta itu memang indah,  tunjukkan cinta yang indah itu melalui dia.”)

Written by femi adi soempeno

January 5, 2008 at 6:08 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: