The red femi

‘bekas teman’

with 4 comments

sejak semalam saya berpikir keras, ada enggak ya yang namanya ‘bekas teman’?

maafkan saya. tetapi saya harus bilang bahwa dia, iya, dia, lelaki jangkung dengan garis mata menyipit itu adalah ‘bekas teman’ saya.

rasanya, tak penting untuk mengingat kisah indah berjejalin dengannya. empat tahun. rasanya, tak penting pula untuk mengingat hal yang seru dan tidak senonoh selama menyeruput segelas frappucino rhumba venti sembari menunggu bola raksasa bersembunyi di punggung gedung. yang penting adalah menggudangkan ingatan tentangnya. memasukkan dalam kardus. dan saya tak ingin menyentuhnya kembali.

maafkan saya.

setidaknya, ia ada dalam setiap ketukan jemari diatas keyboard komputer dan laptop. dulu. iya dulu. tersebar dalam penanggalan blogging. indah. seru. menyenangkan. so fun! tapi kini tidak lagi. ketukan jemari ini adalah (masih) ketukan kemarahan. ketukan jemari ini adalah penyesalan telah meriung bersama. empat tahun. ketukan jemari ini adalah sebuah kesia-siaan lantaran saya masih terus bertutur tentangnya ditengah rasa marah dan penyesalan.

maafkan saya. rasa kesal itu masih membekas. tinggal dalam cekungan yang sangat dalam. maafkan saya.

(ps: dalam surat elektronik, kamu membuka surat dengan sebuah kalimat pembuka, “memalukan sekali ya, kita udah jarang ngobrol, giliran ngobrol cuma lewat email saja …” humh. memangnya kamu masih mengharapkan apa?)

Written by femi adi soempeno

February 19, 2008 at 6:02 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

4 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Bekas teman sepertinya ada. Yakni buat seseorang yang karena suatu kejadian menjadi sulit untuk kita akui sebagai teman.

    indra kh

    February 19, 2008 at 6:24 am

  2. eks….?i dont beleive.
    BEKAS…..,EHMM THATS PITTY.

    jewe

    February 23, 2008 at 7:33 am

  3. sing sabar mbakyu…atine kie ojo di ceh-ceh to…

    soedhar

    February 24, 2008 at 7:33 am

  4. pripun to jeng…
    mboten sah dipunpenggalih.
    pun tutup kemawon lembaran ipun.
    buka ingkang langkung anyar kemawon.
    mugi-mugi lerem malih atine…
    ayu-ayu ojo kakean mrengut mergi mangkel.

    munggur

    February 26, 2008 at 11:22 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: