The red femi

eneg

with 3 comments

ya olo, napas saya tak putus-putusnya.

seminggu. ya, sudah seminggu kolong ini tak pernah absen. oleh desakan tubuh saya. oleh jejalan ponsel dan kacamata yang saya sisihkan di pinggir. untuk hempasan rasa letih yang amat sangat. seminggu ini, saya ngolong di kolong kubikel. hangat. sesak. dan, mungkin sedikit berdebu. hingga saya terbangun paginya, karena kedinginan oleh AC yang tersemprot sepanjang hari.

senin malam. selasa malam. rabu malam. kamis malam. nanti malam, saya pulang jogja, bermalam di kereta.

edisi mingguan usai selasa sore. iya, sudah selesai sesuai dengan deadline. malamnya, harus mengganjal satu tulisan lagi. satu lagi, dan selesai rabu siang. aargh. tapi acara menarikan jemari belum selesai sampai disini. edisi khusus, iya, edisi khusus. kali ini, tiga halaman harus saya hamburi dengan penggalan kata, potongan kutipan dan cuilan huruf-huruf. kamis malam, baru usai.

rasanya eneg.

hari ini sudah harus mulai lagi. edisi mingguan kembali.

Written by femi adi soempeno

February 22, 2008 at 1:15 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

3 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. tapi kan penah bar oleh bonus 300% gaji pokok…

    soedhar

    February 24, 2008 at 7:30 am

  2. morningdew

    February 24, 2008 at 12:23 pm

  3. kata anak-anak kecil yang ga suka susu, mereka bakal bilang lebih eneg susu putih manis…

    halah… opo to yo?

    munggur

    February 26, 2008 at 11:19 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: