The red femi

gajayana

leave a comment »

ndeso ah.

lama sekali saya tak berkendara dengan kereta eksekutif. setahun lebih. mungkin dua tahun. aih. lama sekali. semalam, saya mencoba kenyamanan duduk di kursi single nan empuk. dengan selimut hangat dan bantal empuk. semalaman. nyaman. humh.

memang berbeda dengan kereta ekonomi yang saya tumpangi saban minggu, kemarin-kemarin sebelumnya. berkeringat. pengap. duduk berdesakan berhimpitan. harus berebut. sesekali, dengan kemarahan kecil lantaran ujung jempol terinjak sandal becek. atau, kursi untuk dua penumpang dipaksakan untuk tiga penumpang. atau, penumpang yang barusaja masuk gerbong serampangan berjalan dengan tasnya yang besar dan melindas wajah-wajah yang dilaluinya.

kali ini tidak.

hanya saja, tak ada penjual pecel kembang kecombrang di kereta eksekutif ini. menyesap wangi kembang kecombrang dengan bauran sambal kacang pedas, hummmh! kemana mereka malam ini ya? juga, tak ada kelokan nan dahsyat selepas jogja yang biasa saya intip di sore hari. berada di gerbong depan atau belakang, si ular besi ini tampak lebih seksi. malam ini saya tak dapat keduanya. juga, tak ada rinto dengan nasi hangat pulen kemebul dengan rempela-ati yang biasa saya tebus dengan harga Rp 5.000 sebungkus.

penyebabnya ya karena kereta yang saya tumpangi ini tak memungkinkan untuk mendapati ketiganya.

saya naik gajayana.

Written by femi adi soempeno

March 10, 2008 at 3:53 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: