The red femi

ini sakit, jadi jangan tertawa

with 2 comments

matanya sampai berair menahan kegelian. ia tertawa tiada henti.

oops. padahal saya sedang tidak melucu. sebaliknya, saya sedang kesakitan, nyeri. tangan kanan kiri. lutut kanan kiri. sakit semuanya. saya terjerembab usai ditabrak roda dua yang melawan arus, dan dengan arogannya bilang, “kalau nyebrang lihat kanan kiri dong …”

dan, saya masih juga ditertawakan.

rasanya ingin menangis. sungguh. rasanya ingin menangis. sakit sekali. apalagi, alkohol sudah disapukan tommy pada lutut dan lengan saya.

coba deh, lain kali merasai apa yang saya rasakan sekarang. saya akan mengacungkan dua jempol kalau masih bisa tertawa.

(mas-mas security, terima kasih sudah menolong saya. maturnuwun sanget)

Written by femi adi soempeno

April 23, 2008 at 7:06 am

Posted in Uncategorized

Tagged with ,

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. […] kata-kata ini. kemudian berpindah di kolong meja di kubikel. dan, menjajal mengisi angin pada akhir bulan lalu. dan sepeda harus terkadang di pelataran lobby. […]

    The red femi

    May 27, 2008 at 3:21 pm

  2. […] kata-kata ini. kemudian berpindah di kolong meja di kubikel. dan, menjajal mengisi angin pada akhir bulan lalu. dan sepeda harus terkadang di pelataran lobby. […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: