The red femi

pertanyaan itu muncul lagi

with one comment

dan pertanyaan itu muncul lagi dari kakak nomor tiga. “sudah punya pacar belum?”

halah.

lima kakak saya selalu mengkawatirkan kesendirian saya. barangkali saya anak paling kecil. mm … tapi tidak juga. empat kakak dan satu adik juga selalu mengkhawatirkan esti. artinya, memang semua saudara mengkhawatirkan mereka-mereka yang belum memiliki pasangan. terima kasih.

dan jawaban yang saya lontarkan selalu sama, “belum.” atau, “baru putus.” aih, betapa jawaban apapun selalu meninggalkan garis bibir yang tertarik ke atas. tak perlu cemas. tak perlu khawatir. hidup ini tetap saja menarik saat dilalui dengan siapapun. baik itu seseorang yang selalu bisa saya andalkan. atau begitu banyak orang yang merubung saya.

humh.

tak banyak yang tahu soal jejalin yang saya jahit dengan lelaki dengan pjamas kotak-kotak merah di negeri matahari terbit. hanya abang yang paling mengerti bahwa jejalin ini melonggar dan tak lagi bisa rapat. tergunting oleh jarak yang makin jauh dan kesibukan di tanah yang berbeda. tambal sulam nyatanya tak bisa menyelamatkan tautan ini.

tak apa. dan saat besok bertemu lagi dan bertanya pertanyaan yang sama lagi, juga tak apa. pertanyaan itu semakin membuat saya ingin menunggunya. dan menunggunya.  

Written by femi adi soempeno

May 15, 2008 at 8:58 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , , , ,

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. amin…

    munggur

    May 17, 2008 at 3:20 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: