The red femi

masih hangat

with 2 comments

angin mengarak pelan kerinduan ini.

pada usia belasan, mengancik usia kepala dua. seragam abu-abu putih menjadi penanda bahwa ‘kami pernah berjumpa’. tidak sengaja. hanya secuil terik di boulevard UGM. ditengah teriakan ‘turunkan suharto’, tabuhan genderang itu menggelitik kuping, membinarkan mata.

laki-laki dengan tabuhan genderang.

saya harus berlarian mengejar ketertinggalan. pengetahuan tentang musik. ah, tidak. saya tak ingin mengubah diri untuk orang lain. biar begini saja.

sudah sepuluh tahun. kami berjejalin. sesekali. dalam sebuah perjumpaan kecil dengan teman-teman. dan hati ini tetap saja hangat. rasanya masih seperti waktu kami berseragam abu-abu di boulevard UGM kala itu.

dan sepuluh tahun, tetap begini saja. berteman baik. terus berjejalin.

dan akan terus begini.

tetap adem. meningkahi senja bersama, menghabiskan malam dan menyambut pagi bersama.

Written by femi adi soempeno

June 18, 2008 at 1:45 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , ,

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. […] saya kebingungan melabeli satu laki-laki ini. laki-laki yang meninggalkan gurat sejak kami berseragam abu-abu putih. saya kebingungan menjejerkan kata yang […]

  2. […] saya kebingungan melabeli satu laki-laki ini. laki-laki yang meninggalkan gurat sejak kami berseragam abu-abu putih. saya kebingungan menjejerkan kata yang […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: