The red femi

rumput tetangga memang lebih hijau

leave a comment »

perbincangan kami selalu hangat.

saya dan chris, seorang teman dari australia. obrolan kami tak jauh dari hidup yang remeh temeh. tentang senja yang ia bungkus di sydney, atau debu jakarta yang menebalkan kotoran hidung. tentang hati yang hancur karena lutut itu tak lagi bersimpuh seraya memberi kembang mawar berwarna putih, atau keinginan nakal untuk menyirami rumput tetangga yang ternyata lebih hijau.

ah, chris.

mendandani kebun. membikin kebun senantiasa hijau. mengembanginya. memberi pupuk … dan itu yang tengah kami bincangkan saat ini.

“di indonesia, kami selalu menyebutnya dengan; rumput tetangga memang lebih hijau … menarik bukan?” kata saya. dan ia pun tergelak. saya dengar, tawanya sempurna. 

reriungan keluarga muda mengantarkannya pada rumput yang menghijau itu. sayang, rumput itu tertanam di halaman tetangganya. “kamu punya ide bagaimana meninggalkan rumput hijau yang selalu disirami cahaya hangat si bola raksasa ini?” tanyanya.

duh, basa-basi sekali pertanyaannya.

karena, setiap ide saya terus ditolaknya. sampai saya menyerah dan bilang, “sudah ah, nanti kalau dia bosan menghijau, dia akan mengering sendiri kok …”  

humh. chris, kamu membuat saya takut dengan laki-laki.

Written by femi adi soempeno

June 26, 2008 at 11:44 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: