The red femi

tidak mudah tersenyum

with one comment

kok tidak mudah tersenyum ya saat-saat deadline.

seorang teman pernah membisiki saya, sekitar 13 tahun yang lalu. “fem, kamu senyum dong kalo bangun pagi …” katanya. saat itu kami tinggal di rumah asrama yang sama. saban pagi, kami selalu bertatap muka. membersihkan rumah yang sama. belajar bersama. hingga menutup hari, saat rumah harus dikunci dan waktunya tidur malam.

ah, iya. saya selalu kusut kalau bangun pagi.

saya terlalu repot memikirkan apa yang harus saya rampungkan sepanjang hari, saat itu. sekolah, sidang akademi, menulis, opera, belajar  …

tapi saya tak lagi di sana. di penjara itu. di asrama itu. mestinya saat ini saya bisa mengisi hari dengan cuilan senyum. setidaknya, pada layar monitor.

hanya saja, tetap tak mudah berbagi senyum saat deadline tiba. rasa terburu-buru seperti mengharuskan saya untuk segera merampungkan pekerjaan. juga, sedikit rasa panik jika tidak ada narasumber yang bisa digenggam.

saya tahu, saya harus lebih belajar tersenyum.

Written by femi adi soempeno

July 9, 2008 at 10:30 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , ,

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. woii…sama Fe. susah menekuk garis bibir melengkung ke atas. apalagi kalo si pel merah (redpel) dah memasang tampang masam duluan, hue he he…

    Musafir Muda

    July 10, 2008 at 6:38 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: