The red femi

telepon misterius

leave a comment »

“ini nomer kamu kan?” tanya teman saya, wawan.

ia menunjuk nomer di ponselnya. disana tertera nomer ponsel untuk simpati saya. iya. itu nomer saya. dengan nomer belakang 2280.

kultur di pabrik kata-kata ini, membagi nomer ponsel adalah hal yang wajar. malah, kami memajangnya di kertas khusus yang berisikan nomer kolega sepabrik. dulu hanya seratusan nomer saja. sekarang lebih.

awalnya saya berpikir dia menyalin dari kertas nomer itu. nyatanya tidak.

kemudian dia bercerita. beberapa tahun silam, seorang perempuan, juniornya di kampus menelponnya. namanya femi. nomernya ya nomer yang dia sebut itu, yaitu nomer saya. “namanya femi, saat itu dia bilang kalau dia sudah bekerja di jakarta, di sini,” terangnya.

tapi, saya tak pernah menelponnya.

mengenalnya saja belum lama, saat ia memutuskan untuk bekerja di pabrik kata-kata ini. nah, lantas, itu nomer siapa? duh …

telepon misterius.

Written by femi adi soempeno

July 10, 2008 at 12:08 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: