The red femi

capek mengintip

with one comment

mungkin karena saya memang bukan fotografer, jadinya ya saya tak terbiasa mengintip.

pagi saya habiskan di stasiun. mencandai rerumputan liar yang tumbuh di sekitar rel kereta api di stasiun tugu. mendekap tulisan ‘yogyakakarta +113’. menyambut fajar. menghadang kereta pagi yang berseliweran melalui jalanan besi.

saya mengintip dari lubang kecil kamera saya. mencoba mencari sudut yang terbaik. langit paling biru. besi paling garang. bantalan kayu rel paling lapuk. bunga liar paling mekar.

duh, mata saya perih.

memicing terus. mengintip terus. mencoba menyelaraskan diafragma, fokus, kecepatan.

tapi saya tak menyerah. saya harus belajar memotret. menyimpan jogja. mengenangkan pagi.

Written by femi adi soempeno

July 19, 2008 at 7:24 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. mengintip lebih asoy daripada memelototi sesuatu yang jelas-jelas terang terpandang.

    munggur

    July 22, 2008 at 11:03 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: