The red femi

roemahkopi dan perjumpaan yang hangat

leave a comment »

menikmati kopi seperti di rumah sendiri. —roemahkopi

sungguh, kami memang menikmati kopi seperti di rumah sendiri. ada obrolan panjang yang hangat dan menyenangkan. juga, menyegarkan. dengan indah. perempuan kriting, berkacamata dan bongsor yang kerap disebut-sebut sebagai kembaran saya.

dua cangkir kopi untuk kami berdua cukup menebus kengerian yang saya rasakan dari curamnya jalanan menuju ke roemahkopi. lunas sudah. apalagi, legenda ditunggangi oleh dua beruang kecil macam indah dan saya. wah.

dan perbincangan pun hangat bergulir.

tentang jogja. tentang bandung. tentang jakarta. juga, tentang kesibukan menenggelamkan terik dengan lari-lari kecil mengejar narasumber dan merekrut puluhan orang untuk membikin quickcount. tentang teman-teman yang pernah singgah dalam cuilan kehidupan kemarin sore. dan, teman-teman yang tetap tinggal. juga, tentang rencana kecil buat besok pagi.

ah, nyaman. tak ada rikuh pakewuh. tak ada beban. yang ada hanyalah kehangatan dan waktu yang terus bergerak ke kanan dengan cepat.

nyatanya sudah tiga jam kami berbincang. dengan tambahan kentang goreng dan sosis panggang yang salah pesan, plus dua gelas es lemon tea.

“kapan ya kita terakhir ketemu?” tanya saya. terakhir bertemu dengan indah, ya saat dia ada training dua bulan di jakarta. “januari …” jawabnya.

howh. lama sekali. dan roemahkopi menghangatkan kekerabatan ini kembali.

Written by femi adi soempeno

July 26, 2008 at 1:13 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: