The red femi

patah di dalam

with one comment

dingin menggiggit.

ah, jogja selalu begini, belakangan ini. musim panas selalu menyisakan dingin yang amat sangat. juga, sembribit alias berangin dingin. dan jaket merah tak juga mampu mengunci rasa atis. tetap saja, dingin. susupan angin ini yang buru-buru membikin saya ingin bersegera masuk ke dalam. menghangatkan tubuh dibawah selimut hangat.

dan… klek. kunci berputar begitu saja.

shoot. anak kunci ini patah di dalam. ah, bagaimana bisa masuk? sementara, rumah inti tetap saja terkunci dari dalam kendati saya masuk dari pintu belakang.

ah, mulai panas. mulai hangat. panik, cemas, gelisah. ketiganya membikin rasa dingin itu tiba-tiba hilang. yang ada, rasa hangat mengaliri tubuh. saya tahu, saya tak bisa masuk ke dalam rumah.

“mas, badhe sambatan. mbok nyuwun tulung mbuka lawang omah kula …” kata saya, pada tetangga yang masih meriung di warung bu koyo.

pak rt. tangannya lebih mungil sehingga bisa nyelip di jendela pintu belakang.

ah, terima kasih. leganya bisa masuk ke rumah. buru-buru, saya mencuci kaki dan meneggelamkan tubuh di bawah selimut.

Written by femi adi soempeno

August 3, 2008 at 10:52 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , ,

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. Jeng, kemaren baru mampir di Jogja, siang memang panas tapi angin malamnya lumayan dingin ya walaupun tak seadem di bogor ^^

    ansella

    August 6, 2008 at 3:11 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: