The red femi

tumpukan yang menipis

with one comment

ada yang berbeda dari sudut kubikel saya pagi ini.

yaitu, tumpukan gunungan koran yang menipis. tak percaya? silakan datang ke kubikel saya, dan intip di bagian sudut. saya sudah membabatnya pagi ini. tebalnya kira-kira tiga puluh centimeter. lumayan kan. hasilnya, ya hanya menyisakan koran edisi khusus saja.

saya memang harus berbenah. segera. oops. tidak mau kemana-mana kok. hanya merasa perlu membuang beberapa sampah yang ada di meja. biasanya, mengganti beberapa pernak-pernik dengan yang lebih anyar, akan membangkitkan gairah bekerja.

eh, tunggu dulu.

tapi saya memang ‘biasa’ menulis dalam keadaan berantakan. mengisi halaman putih ini dengan seserakan bungkus daim atau dompet-dompet yang tak beraturan.

hanya saja, agaknya penting untuk berbenah ulang. menata kubikel agar lebih rapi. agar ke-rapi-an itu tak muncul hanya usai deadline saja.

tapi saya harus berhati-hati meletakkan buku di kubikel saya. saya harus menyimpannya lebih rapat. menaruhnya di tempat yang tak bisa diintip dan dibaui oleh orang lain. tahu kenapa? karena buku-buku di kubikel-kubikel ini punya kaki.

hehehe …

Written by femi adi soempeno

August 14, 2008 at 2:02 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , ,

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. jadi inget meja temen dulu semasa kerja di kantor palmerah. tumpukan kertas dan koran di mejanya tinggi sekali sampai sampai si telepon harus dibunyikan terlebih dahulu untuk mengetahui letak / posisinya.

    the writer

    August 14, 2008 at 1:30 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: