The red femi

kok kasar sekali ya

with one comment

ini bukan yang pertama kalinya.

dia menyampar sandal saya sembari menatap sinis, “kok lo beli lagi yang ini sih!” dan saya pun menjelaskan, bahwa perjalanan ke jogja mengharuskan saya menggunakan sepatu. jadinya, kembali ke jakarta, ya saya harus mengenakan sandal jepit rumah yang ada di jogja. sandal jepit membikin saya nyaman. di tengah penjelasan ini, dia buru-buru memotong, “jadi lo malu pakai sandal jepit hitam lo itu?”

shoot.

tempo hari, sama saja.

saat ia menelpon, entah siapa, tiba-tiba ia menjumput bantal yang ada di goody bag saya. ia mengangkatnya keatas, dan menghempaskannya. saya hanya diam. tak berkomentar. sama sekali. melihatnya pun tidak. tahu reaksi saya, dia diam saja.

gusti, paringana sabar.

saya tahu persis, dia ini teman saya. kami kadang kelewatan bercanda satu dengan lainnya. nyatanya, saling pengertian dan saling memahami, kadang tak bekerja dengan baik. malah, kemudian muncul anggapan yang sangat rasis dan sukuis: ooh, pantes lo begitu, lo kan dari suku blablabla.

entah, kenapa, belakangan saya sebal dengan tingkahnya.

Written by femi adi soempeno

August 19, 2008 at 7:58 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , ,

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. halah fe! aq dadi eling…kwe mgkn wis lali.. moment da kantin pusgiwa hahaha…

    ratih

    September 1, 2008 at 6:38 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: