The red femi

pocari sweat dan bear brand

leave a comment »

Belakangan kulkas saya selalu penuh dengan pocari sweat dan bear brand.

Saat mulai terkapar di Jakarta dua minggu lalu, tidak sedikit kerabat yang menganjurkan untuk mengasup pocari sweat. Wah. Sebenarnya saya tak begitu suka minuman ini. rasanya asing di lidah saya, tidak sebersahabat teh hangat atau cokelat panas kesukaan saya. Rasanya malah seperti kolaborasi air, gula dan garam dengan sedikit perasan jeruk nipis. Hiyh.

Toh, saking banyaknya yang meminta saya untuk mengisi tubuh dengan pocari, saya pun menurutinya. Awalnya, saya hanya bisa menghabiskan satu botol saja. selebihnya, saya memilih jus jambu merah dan teh prendjak dengan gula tropicana. Setiba di jogja, saya makin menggila menukarkan lembaran rupiah saya dengan pocari sweat. Dalam sehari, saya bisa menghabiskan sedikitnya lima botol pocari.

Susu beruang? Ah, yang ini jangan ditanya. Ini susu steril kesukaan saya. Plain, dan enak diminum selagi dingin. Entah sugesti, entah karena khasiatnya, saya selalu merasa lebih baik setelah minum susu beruang ini.

Dan sampai hari ini, kulkas saya masih penuh dengan pocari dan susu beruang. Tapi maaf ya, kali ini saya sedang tidak ingin berbagi.

Written by femi adi soempeno

September 23, 2008 at 5:01 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: