The red femi

boros pakaian

with one comment

Saya tahu persis, saya cukup boros berpakaian.

Setiap kali mandi, semua pakaian yang melekat di tubuh harus ganti. Mulai dari kutang, kancut, celana pendek, kaos. Celana panjang juga hanya awet digunakan dua hari saja. selebihnya, harus masuk kantong cucian.

Entah, sejak dulu ayah dan ibu mewajibkan saya untuk mengganti pakaian dengan yang bersih saban kali mandi. Tidak mandi pun, pakaian harus ditanggalkan dan diganti yang bersih. Alhasil, pakaian cepat mengempis dari tumpukan di lemari. Sebaliknya, kantong cucian menggemuk seketika.

Tidak di Jogja, tidak di Jakarta, sama saja. untung ada yang bisa saya andalkan: simbok wati di jakarta, dan laundry twinis di Jogja.

Sebenarnya, ‘bermain air’ adalah hal yang menyenangkan. Di rumah sewa di palmerah, mencuci pakain sembari bergosip adalah aktivitas yang ditunggu-tunggu. Hanya saja, saya masih enggan ribet dengan urusan kegundahan bila hujan tiba, dan juga menyapukan setrika ke kanan dan ke kiri.

Terima kasih, kalian membuat segala sesuatu menjadi mungkin: saya selalu punya pakaian bersih!

Written by femi adi soempeno

September 24, 2008 at 9:46 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , , ,

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. banyak kaum adam mendamba para kaum hawa berpakaian bersih dan enak dipandang.

    tapi lebih banyak lagi kaum adam yang mendamba agar para kaum hawa menanggalkan pakaian mereka yang bersih, sehingga jauh lebih enak dipandang… (maunya)

    munggur

    September 30, 2008 at 1:12 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: