The red femi

Posts Tagged ‘amerika

visa kunjungan ke USA ditolak

leave a comment »

“I am sorry, we can not provide visa for you,” kata perempuan berambut pirang, sembari menyodorkan paspor dan selembar kertas penolakan.

Oh my gosh! Iya, saya tak bisa menemui kakak saya. Saya tak mendapatkan visa kunjungan. Di kepala saya, sejumlah rencana menderet: membatalkan cuti yang sudah terlanjur di ACC dan merencanakan liburan lebaran di Jogja. Tentu saja, sebelumnya, harus menyembuhkan penyakit saya ini.

Kedutaan besar Amerika Serikat di Jakarta tak akan pernah menjelaskan alasan penolakan visa. Tetapi seorang kakak saya yang lain mengatakan, bisa jadi penolakan itu ya karena ada saudara di sana, dengan status saya yang belum menikah dan tidak ada keluarga dekat di Indonesia. Jadi, besar kemungkinan saya akan ikut tinggal dan menetap di Amerika.

Badan saya semringet. Bukan hanya karena saya sedang sakit, tapi ya karena saya tak bisa berjumpa dengan kakak saya tahun ini.

Jadi, kemana sebaiknya liburan lebaran ini?

Written by femi adi soempeno

September 12, 2008 at 5:11 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , , , ,

between two sisters

leave a comment »

one is here, one is there. one is a little taller than the other. two different styles of hair, two different outlooks on life, two very different views from their windows. both have different tomorrow ahead.

itu adalah cerita tentang the story of two very different sisters, buku kecil yang dihadiahkan oleh esti untuk saya. iya. esti, kakak semata wayang saya. dia menyertakan itu bersama hadiah yang dibawanya dari US untuk ulang tahun saya. aih. dia selalu begitu. selalu membanjiri orang-orang di sekitarnya dengan hadiah. lebih dari sekadar barang, ia hadir.

dan, kami berbeda. iya, kami bersaudara, berbeda, namun tetap berbagi.

each is unique in so many ways. each has her own story, with all the busy things going on in the present. each has different work to do and different demands on the day. each has a separate destination and a distincly different path to get there. but …

tapi kami mensyukuri perbedaan kami sebagai sebuah kelengkapan yang alami yang Dia hadiahkan untuk kami. kesibukan DC menenggelamkannya, sementara Jakarta sudah membikin saya menua. cita-citanya menjadi wartawan kandas dan saya menggantikannya.

for all the things that might be different and unique about them … these two sisters will always share so much. they will always be the best of family and friendsm entwined together, through all the days of their lives. their love will always be very special: gentle and joyful when it can be, strong and giving when it needs to be, reminding them, no matter how different their stories turn out.

dan kami terus berbagi. saling bersandar. hingga ia mampu mengandalkan si bungsu untuk merawat ibu dan ayah di ujung usia mereka. kami juga berbagi mimpi: tetap menjaga nama baik keluarga. dalam keseharian yang terpisah bermil-mil jauhnya, kami masih bisa membuncahkan tawa. sedikit hentakan dan tanda seru, namun terbayar dengan pelukan hangat dan perbincangan berjam-jam.

they share the incredibly precious gift of being ‘sisters’. and when you think some of the best things this world has to offer, a blessing like that is really … what it’s all about.

iya. kami sangat mensyukuri betapa kami saudara sekandung. meninggalkan masa kecil nan manis, penuh kegembiraan bersama ayah dan ibu. mengancik usia remaja dan memulai tanggung jawab sebagai anak. tidak ada tertua atau termuda. tidak ada sulung atau bungsu. sama-sama anak. sama-sama berbagi. membahagiakan orang tua. menghadiahkan yang terbaik untuk mereka.

saya bahagia punya esti. semoga esti juga bahagia punya saya.

Written by femi adi soempeno

April 16, 2008 at 10:13 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

sama tanggal beda tahun

leave a comment »

“tahu nggak sih, kyle itu ulang tahunnya sama denganmu, hanya beda tahun!” seru esti, barusaja.

hah. yang boneng aje.

kabar ini mengejutkan. aries akan tinggal dengan aries. empat april akan tinggal dengan empat april. saya bingung apa yang akan terjadi pada si keras kepala yang tinggal dengan si keras kepala. bisa jadi, sebuah amukan kecil. atau sebaliknya, sebuah keriaan kecil.

lantas, apa yang akan terjadi pada 3 april 2008, malam menjelang pergantian usia kami nanti? makan mie. mencuil kue tart. meniup lilin. atau, berdansa. menikmati malam panjang berdua. candle light dinner.

apapun itu, semoga 4 april 2008 akan mengguratkan kesan bagi kami.

Written by femi adi soempeno

February 11, 2008 at 5:15 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

seplastik gede buat femi

leave a comment »

“dicek lagi deh …” kata henny, masih dengan ayub-ayuben, mengantuk.

henny masih jetlag. tapi begitu pantatnya terpaku di kursi, ia tak bisa berhenti bercerita soal esti, soal perjumpaan dengan sepupunya, soal acara makan-makan, soal oleh-oleh. “bahkan esti minta ada satu tas kennethcole beserta isinya harus aku pangku khusus!” katanya. owh!

saya memeriksa satu per satu. bread spreader untuk mas cip dan keluarga. “yang gambar model hantu untuk tamu kalau datang. mmm … mungkin bulik ya!” selorohnya sambil tergelak tanpa henti. ih, kok bilang bulik adalah hantu sih? saya akhirnya tak bisa menahan ketawa saat melihat bentuk bread spreader itu. uhm. iya, mirip! tanda terima kasih untuk om agus, kalender dan CD natal. juga, tas tanda perkenalan untuk mbak anik. senangnya.

selebihnya? untuk femi dunks. kaos kaki untuk sneakers untuk saya. saya pernah menjumpai kaos kaki model beginian di jerman beberapa waktu lalu. warnanya pun lucu. sayang, saya lupa membungkusnya pulang. duh. jadilah saya minta esti untuk membelikannya di sana. juga, refill semprotan pewangi ruangan untuk rumah. juga, messanger bag warna cokelat. juga, wireless mouse. “siapa tahu di jakarta blon ada wireless mouse!” celetuknya. sialan. juga, handbody lotion victoria secret. juga, ipod plus perekam. yang ini, lucu juga. bentuknya menjadi seperti microphone di ruang sidang anggota DPR. suaranya bening dan tersimpan di itunes. seru nih!

esti selalu ingat saya.

iya, betapa dia selalu ingat bahwa kami hanya tinggal berdua. itu sebabnya, dia selalu ingin saya senang seperti dirinya yang senang karena kekomplitan teknologi yang menggenapi hidupnya. lebih dari sekadar gadget yang komplit dan suplai logistik yang teratur untuk si bungsu, esti ingin saya juga menikmati setiap butiran keringat yang memadati brankasnya. “kalau bukan buatmu, buat siapa?” katanya.

seplastik gede ini buat saya. iya, beberapa pernik yang saya akumulasikan dengan kata ‘juga’ dalam tulisan ini. semua dari si sulung, untuk si bungsu. terima kasih. 

Written by femi adi soempeno

November 18, 2007 at 6:49 pm

koper merah esti

leave a comment »

saya menggeret koper merah.

sesekali, saya angkut saat bertabrakan dengan polisi yang tengah tidur di jalanan. duh. manalagi, jalanan ini tak terlalu mulus sehingga bakal menggerus roda koper. ini bukan koper saya. ini milik esti. uwh, saya jadi ingat, bahwa dia sesungguhnya penyuka warna merah. kok ada ya virgo yang menyukai warna merah? *ga penting banget sih* hmmh.

koper ini diangkut oleh henny, kerabat saya, dari US. dipakai untuknya untuk kembali ke Jakarta, koper ini dilemparkan untuk saya, untuk saya pakai tahun depan untuk menyambangi esti. “ini bukan TUMI, buat apa beli bagus-bagus kalau cuma untuk di prok-prok di bagasi pesawat,” ujarnya.

koper ini memang sudah mleok kanan kiri. tapi, masih kokoh. yang penting, warnanya merah.

tapi, bagaimana menaruh koper ini di kamar yang sumpek di kos-kosan? jalan satu-satunya adalah memasukkan beberapa barang ke dalamnya. buku. ya, buku! persis di bawah jendela, buku esti dan saya masih berserakan. saya menatanya di dalam koper itu. huwh. buku-buku, aman! hanya saja … kok jadi berat banget ya?

koper merah ini milik esti, iya, saya suka warna merahnya.

Written by femi adi soempeno

November 18, 2007 at 6:41 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

selamat ulang tahun

with 2 comments

ini bukan ulang tahun pertama tanpa siapa-siapa. tanpa ayah, tanpa ibu, tanpa si bungsu.

andai saya saya bisa kesana ya. terbang menjelajah birunya langit untuk menjumpaimu. memelukmu sebentar untuk mengucap “selamat ulang tahun, mbak …” menyodorkan bingkisan kecil dan mengusap butiran bening yang melorot dari sudut mata.

30.jpg sudah lebih tua. itu pasti. sudah lebih dewasa. kamu juga sudah memilih jalan ini. “selamat datang di usia kepala tiga …” seruku. pengalaman membuntutimu dari belakang. lihat, coba saja lihat. juga kaca besar yang membuatmu menjadi lebih bijak. memilih dan memilah yang harus dan tak harus dilakukan. yang sebaiknya dan tidak lagi diulangi untuk dilakukan.

semoga hari rabu di musim panas ini tetap menyenangkan. meski tanpa ayah, tanpa ibu dan tanpa si bungsu. tetap saja, menjadi 30 tahun pada 19 september 2007. semoga tak lelah mencari ambisi. semoga tak capai menggantungkan cita-cita. semoga tak berhenti bersyukur.

selamat ulang tahun, esti.

Written by femi adi soempeno

September 19, 2007 at 1:35 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

iPhone, dan kemarahan itu

with one comment

“aku dapat kembalian US$ 100 dari Apple,” kata esti.

beberapa waktu lalu, ponsel barunya turun harga. anjlok. jlok. drastis. tis. ponsel yang dibelinya US$ 599 kini sudah tersunat US$ 200. mereka yang belum membeli, bersorak. sementara Apple menuai kecaman dari pembeli awal. kakak saya salah satu diantaranya.

saya jadi pengen. “tunggu kamu kemari untuk sekolah, aku hadiahkan satu buatmu,” katanya.

waduh. syaratnya susye beeng

Written by femi adi soempeno

September 16, 2007 at 4:26 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , ,