The red femi

Posts Tagged ‘bangsat

menyimpan rindu

with 2 comments

saya menyimpan rindu ini. erat.

pada secangkir frappucino java chips di sudut starbucks. pada obrolan yang hangat tentang hidup yang begitu unik ini. pada senja yang merekah hingga habisnya, yang bisa diintip dari punggung bumi.

pada seorang teman. yang hangatnya sudah hilang lebih dari setahun. ah, nyatanya waktu tak juga memupus ego saya. tapi memang demikian adanya.

pun saya tak ingin memutar waktu dan berandai-andai masa itu tak pernah datang. biar saja jejalin yang hangat ini hilang, kabur. sementara saya terus mengayuh jarum jam untuk terus ke kanan, dan kekanan. biar saja. dan saya bisa belajar banyak tentang ini semua.

tapi saya tahu. saya rindu. sangat rindu.

Written by femi adi soempeno

August 14, 2008 at 6:44 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

teman dan buah melon

with 4 comments

Friends are like melons; shall I tell you why? To find one good you must one hundred try.

saya mengangguk, dengan sedikit tersenyum. saya tahu, saya telah diberi pengalaman batin yang luar biasa saat ini. tentang teman. pertemanan. jaringan persekawanan. sahabat. dan tetek bengek sejenisnya. pertanyaannya cukup sederhana, tetapi telak: kenapa tak pernah cerita sama saya kalau datang ke rumah? kenapa tidak pernah cerita saya kalau sering keluar bareng buat hangout? siapa yang bayar bills?

dan saya lihat, tenggorokannya tersekat. seperti ada kodok di dalam tenggorokan. seperti ada buah melon yang mengganjal di dalam.

“saya pikir saya sudah cerita sama kamu …” jawabnya. atau, jawaban lain, “saya rasa itu tidak penting buat kamu …” dan diakhiri dengan ujaran, “kamu kecewa dengan hal ini?”

sungguh, alam sudah menyaring semuanya.

teman yang baik. teman yang mengalihkan motif pertemanan untuk sebuah sebuah pemanfaatan. teman yang sudah dari awal berniat buruk.

saya tahu, dan saya sudah menemukan lagi siapa saja teman-teman dalam lingkaran yang seperti itu. ya, perempuan di sebelah sana. iya, kamu. iyaaa … ga usah tengok kanan kiri gitu ah. nah, iya, kamu. juga kamu, laki-laki dengan celana kain itu. iya, kamu! persis! juga kamu, kamu, kamu, kamu dan kamu lain.

sungguh, teman itu seperti buah melon. untuk mendapatkan satu yang terbaik, harus berjejalin dengannya terlebih dahulu.

Tuhan, makasih ya  saya sudah Kamu tunjukin teman-teman di sekitar saya. sungguh, ini guyuran berkah yang sangat melimpah buat saya.

Written by femi adi soempeno

April 29, 2008 at 7:46 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , ,

sejumlah rencana yang batal

leave a comment »

tahun ini saya merencanakan beberapa perjalanan yang menyenangkan dengan teman-teman.

iya, teman-teman yang ‘sungguh teman-teman’. mereka bukan teman kemarin sore. mereka teman yang sudah menahun berjejalin dengan saya. mencuil senja bersama. menanti hujan yang menitik dan menderas, juga bersama. dengan mereka, saya merencanakan temu janji dan beberapa perjalanan hingga akhir tahun nanti.

menyambangi gunung bromo.

kemah di kaki merapi.

memetik pucuk teh di malabar.

mengarungi sungai musi.

memilih biji kopi di ambarawa.

menyebrang ke lombok dari bali.

menelusuri hangatnya kota jogja.

menyenangkan bukan? iya, dengan mereka, saya merasa tenang dan nyaman. lebih dari keduanya, ya menyenangkan. selalu ada rasa syukur yang harus saya haturkan pada Si Pemilik Hidup atas teman-teman yang berjejalin dengan awetnya. tanpa prasangka buruk. tanpa kebohongan. tanpa telikungan. tanpa tusukan tajam.

saya juga berencana mengajak satu teman lagi. dia pasti senang berjalan-jalan. tapi …

tidak ah. saya memilih untuk membatalkannya. tidak. tidak. tidak usah lagi. jejalin ini justru akan membusuk jika ia turut serta dalam perjalanan ini. tidak usah.

batal. maafkan saya.

Written by femi adi soempeno

April 16, 2008 at 2:18 am

the treasure of a friend

with 2 comments

saya menemukan buku cilik dalam penjelajahan di toko buku gramedia serpong.

the treasure of a friend, sahabat, harta yang paling berharga. iya. mestinya, sahabat adalah harta yang paling berharga. tapi, tidak senyatanya demikian. harta karun itu bisa menipu. sekotak harta harta karun bisa saja adalah sebuah kotoran. seonggok barang yang tak lagi bernilai.

kalau cicero pernah bilang, “dalam persahabatan kita tidak menemukan apapun yang palsu atau tidak tulus, segalanya terbuka dan terpancar dari hati,” ya memang demikian persahabatan itu. tapi yang saya temukan justru sebaliknya. palsu. tidak tulus. tidak terbuka. tidak terpancar dari hati.

dia. iya, dia.

pagi ini saya semakin yakin. iya, saya sangat yakin. tahu sebabnya? sebab tangan-tangan Tuhan bekerja untuk saya.

reroncean masa tak lagi menyangga makna. selesai. lihat, saya masih bisa tersenyum. barangkali, dia disana masih bergelut dengan ketakutan, kekhawatiran. bodoh. siapa suruh main kucing-kucingan.

dan keputusan saya semakin bulat. I am quit!

Written by femi adi soempeno

April 14, 2008 at 3:32 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

terima kasih

with 2 comments

terima kasih ya, kamu sudah memberi pelajaran yang sangat berharga bagi saya.

tentang pertemanan. tentang kebohongan kecil. tentang permainan kucing-kucingan. tentang ketidakjujuran. tentang apa yang selama ini kita klaim sebagai teman baik atau teman dekat. saya rasa, ini salah satu hal yang menjadi highlight di usia baru saya. uwh. kejutan baru lagi.

kamu membikin saya gelisah. tetapi, saya masih beruntung punya teman-teman yang mampu meredam kegelisahan saya. mereka memberikan jawaban. mereka menghadiahi saya senja dan pelangi yang indah. mereka mengirimi saya senyuman dan gurauan. mereka meninggalkan embun.

sedangkan kamu, menjejakkan sebuah pengalaman batin yang luar biasa tentang arti pertemanan.

saya harus mensyukurinya. iya, saya harus tetap mensyukurinya. sebagai sebuah berkat. sebagai sebuah bagian dari perjalanan hidup. gumam pendek akan saya lagukan. “oo … ternyata …” sesudahnya, saya menarik napas panjang. dan seperti biasa, saya akan mengangguk kecil. menyadari bahwa ini semua adalah bagian dari rencanaNya.

prasangka bisa salah. dugaan juga bisa keliru. bisa jadi, kamu mengira ini adalah sebuah tuduhan. mm … lebih dari sekadar tuduhan, ini adalah sebuah perasaan yang sangat peka. sangat sensitif. apalagi, sekali lagi, selama ini kita saling mengklaim bahwa kita berteman baik. jika memang kita berteman, tentu tak perlu bermain kucing-kucingan.

tak perlu kedok. tak perlu topeng. tak perlu suara yang seolah sangat bijaksana. tak perlu reroncean kalimat yang menghibur.

Dia sudah menunjukkan yang terbaik buat saya. Dia sudah menunjukkan yang benar pada saya. tentu saja, bukan dari kamu. tetapi tangan-tangan-Nya dari orang-orang di sekitar saya.

terimakasih.

o iya. barusaja saya memberesi meja. menemukan sebuah buku yang tak pernah terasa usai untuk ditengok dan terus ditengok. disana ada catatan kecil, notes from the universe: siapapun yang menyiksamu, melecehkan, membingungkan atau membuatmu sedih adalah seorang guru. bukan karena mereka bijaksana, tetapi karena kau berusaha menjadi bijaksana.

 

(ps: kadal basi di tepian clark quay membisiki saya, ” jeng, setel kendho …” iya. saya mulai setel kendho. dan lihat. tetap saja ada orang-orang di sekitar saya yang membungkuskan srengenge dan menadahkan rintik ritmis buat saya. laki-laki di kubikel pojok. abang yang mengayuh sepeda lipat. mamanya bambam yang selalu kangen jogja. barisan manuk-manuk de britto. esti di DC. kadal basi di negeri merlion. senja di sudut bandung. saya bersyukur mereka ada. tetapi, saya juga bersyukur kamu memberi pengalaman batin untuk memaknai sebuah jejalin pertemanan pada saya. sekali lagi, terima kasih)

Written by femi adi soempeno

April 8, 2008 at 8:24 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

saya lelah berteman dengannya

leave a comment »

kelelahan ini sudah teramat sangat.

seperti habis lari jarak jauh. bermil-mil jauhnya. ngos-ngosan. kaki seperti bersayap, tak lagi menginjak bumi. sementara, tulang mulai melayu. letih. hanya leher yang terkulai. badan teronggok di sudut ruangan. hampir mati.

setengah tahun rasanya cukup untuk mengenalnya. kebohongan kecil. cerita yang disembunyikan. ketidakjujuran. rasanya sudah cukup. kepura-puraan.

 

 

(hey, kamu yang ada di situ. iya, kamu yang pakai celana pendek! terima kasih ya, kamu sudah membikin saya mengenalnya. jauh mengenalnya. saya jadi tahu siapa dia. terima kasih banyak. danke well. arigato.)

 

Written by femi adi soempeno

April 7, 2008 at 7:46 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , ,

mendefinisikan ‘teman’

leave a comment »

saya tahu persis kemana saya harus bertanya: pada kadal basi.

jes jes jes jes … kereta yang mengusung saya ke jakarta, menyisakan sinyal kecil di bebekberry saya. padanya saya bertanya: kalau ada bekas pacar, ada nggak sih bekas teman?

saya memang galau. saya sedang gelisah. satu tahun belakangan ini orang-orang datang dan pergi. bisa jadi juga, saya menjadi bagian orang yang datang dan pergi dalam kehidupan seseorang. tapi sungguh. saya galau dengan kemunculan mereka yang tiba-tiba. meriung bersama. berteman. mengaku best friend. mengambil keuntungan. menelikung. menusuk dari belakang. sesudahnya, pergi.

teman.

saya tak bisa menjelaskan pada diri saya sendiri tentang jejaring ini. kadal basi membantu saya untuk mengolor benang ruwet yang belakangan membelit saya.

tentang bekas teman? ada banyak bekas teman. bahkan tak bisa dibilang teman lagi.  ada kenangan baik. tapi juga memori buruk yang tak termaafkan dan bikin trauma. tentang teman dan berteman dan pertemanan. ah, seharusnya kita tak naif dan menafikan bahwa relasi dijalin dari adanya kepentingan dan motif. tanpa motif, justru tak ada alasan menjalin sebuah relasi = ga beda jauh dengan tanaman. hanya, motifnya baik atau tidak. itu yang penting. motif pun bisa berubah di tengah jalan. dulu baik, besok kayak kucing garong.

aha. saya tahu. seperti sepeda. pada awalnya, ada sebuah kerjasama yang baik antara pantat yang dibebankan pada sadel. kayuhan yang stabil. jalanan aspal yang mulus rata. kring kring … sesekali, bel dijentikkan. tapi, kerjasama yang baik antara betis yang terus menggenjot, sepeda yang bagus dan jalanan yang mulus, harus terhadang oleh kerikil, bahkan cipratan air usai hujan yang menderas.

pun pertemanan.

dan seperti kadal basi bilang, motif pertemanan pun bisa berubah di tengah jalan. dulu baik, besok kayak kucing garong.

pertemanan, bebas kepentingan? hmm… punya teman banyak gunanya. untuk curhat. untuk tambah ilmu. untuk menikmati malam bersama. untuk berbagi hidup. untuk kerjasama bisnis. banyak motifnya. ga ada sesuatu yang murni seperti itu. justru aneh bila tak ada pikiran apa pun. tapi aku salut, jeng femi mudah bergaul dan membuka diri cukup ramah. menurutku, terlalu terbuka sehingga mudah untuk dimanfaatkan.

si kadal basi agaknya pengen bilang sama saya, jangan terlalu terbuka agar tidak mudah untuk dimanfaatkan. uhm. catatan kecil yang baik untuk mengawali usia 28 tahun. hati-hati. hati-hati. hati-hati. atau, apa perlu saya menderetkan nama teman-teman saya untuk memilah mana yang memanfaatkan dan mana yang tidak memanfaatkan? mmm. rasanya terlalu berlebihan.

tapi, ada penggalan si kadal basi yang membikin saya kian berlega hati.

tentang motif…. motif selalu ada. selalu ada yang baik dan tidak baik. bekas teman? ah… selalu datang dan pergi… biarkan saja mewarnai hari2 yang datang. koyo ngono wae kok repot. immortality itu kan ga ada. selamanya teman? ah… mendingan dinikmati selagi bisa.

ya. pagi-pagi dalam perjalanan ke jakarta, si kadal ini mengajari saya tentang pertemanan itu sendiri. benar katanya: biarkan saja mewarnai hari-hari yang datang.

sungguh, saya lega. terima kasih kadal basi!

 

(ps: dal, kadal … saya rasa saya kini cukup lega untuk membubuhkan label ‘teman’ ataupun ‘bekas teman’. terima kasih ya membikin saya lebih berani menentukan mana yang senyatanya teman dan bukan teman)

Written by femi adi soempeno

April 7, 2008 at 2:41 am