The red femi

Posts Tagged ‘bapak

dua buket mawar buat ayah dan ibu

leave a comment »

bunga mawar sudah lebih mahal sekarang.

harga pupuk dan ongkos angkut dari kebun bunga ke toko bunga, membuat harga bunga menggemuk dari Rp 2000 setangkai menjadi Rp 3000 setangkai. ini bunga mawar, bunga kesukaan saya. ah. saya juga tak berani menawar. saya tetap harus membelinya untuk ayah dan ibu.

bunga buat ibu berwarna merah jambu. agak merona. genit. ah, ibu memang tak genit. tapi pasti senang mendapat sebuket mawar merah jambu. untuk ayah, mawar merah.

saya tertunduk, mendaraskan doa ditengah hari. berterimakasih padaNya untuk semua yang Dia beri pada kami. untuk masa yang Dia siapkan indah pada waktunya.

mawar. tanda kasih. tanda cinta. tanda rindu. untuk ayah dan ibu.

Written by femi adi soempeno

July 20, 2008 at 7:44 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

kalau masih hidup, hari ini ayah berusia 80 tahun

with 4 comments

kalau ayah masih hidup, ia 80 tahun pada hari ini.

bangun pagi, mendengarkan radio lokal sembari menyeruput segelas kopi atau kopi susu. mungkin uyon-uyon jawa, bisa juga wayang. atau, radio nederland siaran indonesia. sesudahnya, membaca alkitab dan renungan harian lewat radio. saat bola raksasa itu bergerak pelan, ayah akan memasak nasi dengan magic jar. nasi itu dimasak untuk seharian. makan pagi, makan siang, makan malam.

saat fajar sudah menyapa dengan cahaya, ayah mulai berkebun, memberesi perkakas di rumah kecil, dan membuang sampah. ayah bisa berkebun selama berjam-jam. bisa jadi seharian. memangkas daun yang menguning dan menanggalkan batang-batang yang mengering. selebihnya, memindahkan pot dan membenamkan tanaman baru di tanah yang masih basah. ayah akan mengentaskan gerah dan keringat dengan mengirisi buah mahkotadewa di dapur. siaran radio yang menyumpal kupingnya adalah radio konco tani.

ayah akan disibukkan oleh teriakan bocah-bocah kecil. ya, anak-anak yang minta didongengi dengan spelling ABC dalam bahasa inggris. atau, permainan pelepas penat usai sekolah seharian. puzzle. flash card. scrabble. seharian, ayah akan memindahkan keriangan berbahasa inggris untuk bocah-bocah itu. deritan kursi besi beradu dengan lantai traso dan tudingan penunjuk kayu pada papan tulis, adalah sebuah penanda. iya, penanda bahwa ayah ada di rumah kecil itu.

dan ayah memilih untuk mengasup energi sebentar. lima belas menit. tiga puluh menit. sesudahnya, meriung dengan bocah-bocah itu kembali di sore hari.

hingga ayah kelelahan di sore hari. tubuhnya melunglai. letih. tapi senyumnya tak akan habis. semangatnya juga tak meluruh. Si Pemilik Hidup membunyikan lonceng pukul 19.00. ayah berdoa bersama dengan teman-temannya. legio mariae. rosario. masa adven. pendalaman kitab suci. peringatan mereka yang meninggal. sembayangan syukuran. dan ayah tak pernah membangkrutkan niatnya untuk berterima kasih pada Si Pemilik Hidup.

malam akan menambal segenap energi kegembiraan yang terhambur seharian.

“fem, itu ayah masih menyisihkan secuil ikan bandeng buatmu,” kata ayah, dalam bahasa jawa. “ada di kulkas,” sambungnya. iya, ayah tak pernah lupa membagi lauknya yang mungil untuk si bungsu.

atau.

“ayah beli mangga tiga. satu untukmu. satu untuk yayuk. dan satu untuk ayah. karena kalian tidak ada, maka ketiganya ayah makan semua,” katanya. aih. ayah tak pernah kehabisan akal untuk membuat si bungsu tergelak.

dan ayah mulai memindahkan keseharian ini bersama ibu dirumahNya, sejak Mei 2006 silam.

kalau ayah masih hidup, pasti, kue tart saya bingkiskan untuknya, hari ini. 

Tuhan tolonglah sampaikan
Sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji
Tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya
Ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu ——— Ada Band, Yang Terbaik Bagimu (Jangan Lupakan Ayah)

selamat ulang tahun ayah. kali ini, kue tart dari ibu pasti lebih lezat. tahu kenapa ayah? karena ibu membungkusnya dengan pita merah dan memberikannya pada ayah dengan pelukan dan ciuman yang sangat hangat. iya, disana di rumah Si Pemilik Hidup.

Written by femi adi soempeno

February 5, 2008 at 4:51 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , , , , ,

saya pergi ke rumahnya

leave a comment »

saya pergi kerumahnya pagi tadi. iya. bagus sekali, dan tambah bagus malah.

saya menyempatkan diri menyambangi dia karena saya butuh mengucapkan terima kasih untuk semuanya yang sudah dia beri buat saya. pelangi di sore hari yang saya petik dari pucuk bell-tower. gerimis di musim panas yang membasahi raincoat izod saya. perjumpaan dengan kawan-kawan lama. naik kereta ke jogja dengan selamat jes jes jes jes … menyapa ayah dan ibu yang ada di ruang tengah. semangkok bakso di warung haji tholib. dua belas gelinding dalam tiga tusukan sate di fatmawati. ledakan tawa di ujung minggu. kerumunan bersama dengan teman-teman. bisik-bisik di kamar sudut kos-kosan.

apakah ada yang lebih indah dari itu semua?

saya percaya, saya bakal masih bisa menyandarkan harap saya padanya. hidup saya juga begini karenanya. keajaiban kecil buatnya adalah berkat besar bagi saya. kini saya mulai bisa menjalin cerita. menyusun paragraf demi paragraf dari sebuah rangkaian persitiwa yang sesungguhnya juga belum usai.

tak henti-hentinya saya berterima kasih padanya. iya, pada si pemilik hidup.

Written by femi adi soempeno

August 12, 2007 at 7:10 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , , ,