The red femi

Posts Tagged ‘blog

pindah rumah

with 3 comments

saya pamitan dari halaman putih ini.

saya hendak meninggalkan rumah yang hangat nan nyaman ini; untuk berpindah ke rumah yang lebih longgar, dengan pekarangan yang ditumbuhi rumput tebal dan semak yang bisa untuk bermain petak umpet. ada pohon belimbing besar di belakang rumah. pohon yang selalu mengingatkan saya pada ayah. juga ada tanaman merambat di sisi bangunan rumah. kali ini, bulik saya tak akan bisa memangkasnya.

silakan datang dan mampir di rumah saya yang baru.

kalian tak perlu mengendarai dokar, becak, mikrolet, metromini, sepeda motor, bus, bahkan pesawat untuksampai ke rumah saya. kelincahan jemari di papan kunci dan tetikus akan mengantarkan kalian ke rumah saya yang baru.

http://www.femiadi.com

saya sudah menyiapkan teh hangat maupun cokelat hangat untuk kalian. kalau mau wine atau beer, ambil saja di cellar di ruang tengah.

terimakasih sudah sering menyambangi rumah dengan halaman putih ini. membagi tawa, juga isak tangis. terima kasih.

Written by femi adi soempeno

October 12, 2008 at 6:28 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , ,

pb2008

with 2 comments

kemeriahannya tiada tara.

pesta blogger 2007, pestanya para blogger. dan pesta blogger 2008, tetap saja menjadi pestanya para blogger.  

saya masih ingat persis, riuhnya blogger yang meriung di blitz, tahun lalu. bukan hanya blogger jakarta saja, tapi indonesia. aih, ini dia reriungan yang sama-sama suka blogging. kopdaran, tapi se-indonesia.

dan pesta blogger akan digelar kembali oktober nanti. persisnya, 25 oktober 2008 yang akan diawali dengan roadshow dari bali, malang, jogja, bandung dan berakhir di jakarta. sedap?

monggo lho meramaikan pb2008. info selengkapnya bisa diintip di sini.

Written by femi adi soempeno

September 1, 2008 at 11:49 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

harus serius?

with 2 comments

kami berdebat kecil.

tentang blog. tentang pijatan kecil di papan kunci. tentang kerenyitan dahi dan sembulan senyum.

“knapa harus mengumbar kisah diri di blog?” gugatnya.

“lha harusnya?” tanya saya.

“tak ada yang harus dan tidak harus …” jawabnya cepat.

“kemudian, sebaiknya menulis apa?” tanya saya.

“yang serius dikit lah. tentang pengetahuan. kan berguna buat yang baca … bukan cuma cerita soal toilet, tentang sepeda lipat, tentang kemarahan …” katanya. saya terdiam.

dan saya menutup pembicaran tanpa berkata-kata lagi.

saya capek menulis yang serius-serius. sungguh.

blog menjadi ruang saya yang sangat memberi keleluasaan menulis untuk saya. tidak ada editor. barangkali hanya celaan dan gugatan kecil saja. tapi, tulisan saya adalah tulisan asli saya. tak ada editan layaknya di pabrik kata-kata tempat saya bekerja.

saya ingin menulis tentang keriangan kecil di ujung minggu. maka saya menulis keriangan kecil di ujung minggu. saya ingin menulis tentang teman yang bangsat. maka saya menulis teman yang bangsat. saya ingin menulis tentang gowesan pertama dengan sepeda setelah 13 tahun tak bersepeda. maka saya menulis gowesan pertama dengan sepeda setelah 13 tahun tak bersepeda.

mau apa lagi?

lebih dari sekadar ruang, ini adalah ceceran cerita tentang hidup saya. tentang keceriaan, kelesuan, kemalasan, kejengkelan, dan barangkali sampah.

tak perlu mampir untuk mengintip. tak usah mengetuk pintu dan berharap ada yang membukakan pintu. lewati saja tanpa perlu untuk menoleh.

ini rumah saya untuk mencandai kehidupan saya. tak harus selalu serius menulis. 20 jam saya habiskan untuk menulis 3-4 tulisan seminggu. tulisan yang serius-serius. 8-10 jam saya habiskan untuk wawancara dengan 3-4 narasumber. sumber yang serius-serius.

lantas, apa halaman putih ini masih harus saya goresi dengan tulisan yang serius?

maaf, saya tidak mau.

Written by femi adi soempeno

July 6, 2008 at 12:22 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

napas panjang

with 3 comments

humh.

saya menarik napas panjang. panjaang. panjaaang. shoot.

saya masih berkutat dengan derivatif valas ini. tentu, biar tidak mual, saya menyambinya dengan beberapa keriaan lain. berjalan-jalan di dalam pabrik kata-kata. berbincang dengan ucrit. merencanakan perjalanan kecil di ujung minggu. merancang ulang desain tata ruang di rumah. dan pasti, blogging.

tiga halaman.

sampai saat ini baru sampai satu setengah halaman. owh.  

Written by femi adi soempeno

May 21, 2008 at 1:43 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

baru!

leave a comment »

eits. ada yang baru rupanya!

iya, dashboard dan seisinya wordpress ini baru. waduh. warna disini lebih pucat karena putih harus beradu dengan biru muda. tapi, tak apalah.

orang yang duduk di belakang meja desain wordpress agaknya berusaha menyempurnakan wordpress dari waktu ke waktu. lebih dari dua tahun mengisi halaman putih ini, kalau tidak salah ingat, dua kali juga perubahan ini terjadi.

terima kasih, pak wordpress.

Written by femi adi soempeno

April 6, 2008 at 10:58 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , ,

27 oktober: hari blogger nasional

with 2 comments

blitz megaplex tampak bukan seperti bioskop.

lebih dari itu, ini adalah sebuah rumah raksasa. hah, rumah raksasa? iya, rumah raksasa. rumah itu dihuni oleh 482 kepala. duduk bertingkat. bertukar perbincangan. saling mengisi hari. membagi gelak tawa. meminjamkan cerita. apa yang lebih indah ketimbang itu semua? saya rasa tidak ada. penghuni rumah raksasa itu adalah para blogger. satu-dua-tiga jam gemar berjalan-jalan di rumah maya. selebihnya, mengisi halaman putihnya dengan secuil mimpi, derai tawa dan isak tangis.

dan blitz megaplex ini meriuh. gembira. tahu kenapa? karena ini adalah pesta blogger 2007. wimar witoelar adalah blogger yang paling berpengalaman (untuk menghindari menyebutnya ‘paling tua’). ada juga blogger yang paling muda (saya tidak ingin menyebutnya miskin pengalaman). saya juga ada, sebagai blogger yang tak jelas lantaran ngeblog untuk-dari-tentang diri sendiri. hehehe …

sorai membuncah saat muhammad nuh (menkominfo) melabeli 27 oktober sebagai hari blogger nasional. ini resmi. ini asli. ini beneran. sungguh menggembirakan. jejaring di dunia maya di Indonesia akhirnya mendapat pengakuan, setidaknya sebuah rekaman peristiwa yang akan berulang saban tahun. seperti hari ulang tahun. seperti hari kemerdekaan. layak diperingati setiap tahun. ada kue. ada tawa. ada semangat baru.

tahun depan kami akan kembali lagi ke rumah raksasa ini. iya, soalnya rumah raksasa ini hanya dipinjam untuk sesiang saja. kami akan datang untuk kembali memperingati hari blogger nasional.

kalau begitu … libur dong! 😀

Written by femi adi soempeno

October 31, 2007 at 2:45 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

Rumah baru

leave a comment »

http://femi.blogdrive.com

p1070059.JPG

 

ini rumah baru saya.

sebelumnya, saya berumah di sini. rumah ini sangat nyaman untuk dihuni. catnya berwarna merah, sesuai warna kesukaan saya. disana, saya memajang beberapa potret diri dengan sejumlah kenangan yang melekat bersamanya. femi kecil bersama ibu dan esti kecil. anjing BW bernama sapii yang kini sudah almarhum. secuil kenangan pohon natal pertama dan terakhir bersama ayah. bersama nisan ibu. makanan hasil perburuan di beberapa kedai. kubikel yang tak pernah bersih. menara menjulang di pulau sentosa. becak di malaka. sleeping bag di kolong yang hangat.

rumah itu selalu terbuka bagi siapa saja. kamu … pernah mengetuk dan masuk ke dalamnya bukan? iya, kamu. kamu yang berbaju putih bergaris tipis. hmm … yak, kamu yang pake baju kotak-kotak di ujung sebelah sana, yah, saya pernah liat kamu lo di rumah saya. eh, kamu juga ya! hehe … iya, jangan marah gitu dong. mas, mas-nya juga pernah kan? hayo, jangan geleng-geleng kepala. ngaku saja, nggak usah malu deh. eniwei, terima kasih sudah menyambangi rumah saya yang sederhana yang dibangun dengan mimpi kecil, sapuan harap dan bulir rindu dari ceceran kisah-kisah selama dua tahun.

ada banyak kisah yang sudah saya untai disana. tabungan rindu untuk ayah dan ibu. mister watermelon yang melintas dengan sangat cepat. kecupan tengah hari. bunga bahagia untuk esti. menggerogoti malam di kaki merapi. mendentingkan gelas wine. kisah-kisah tentang abang. perjumpaan dengan teman lama. isak tangis untuk seorang lelaki. rasa cemburu yang terus menggerus. …

sayangnya, saya baru sadar bahwa pagi ini saya kehilangan beberapa surat yang saya cemplungkan dalam kotak pos di rumah saya. ya, surat yang berisi cerita kemarin, kemarin lusa, kemarin-kemarinnya lagi, kemarin-kemarin-kemarinnya lagi …

saya jadi tak nyaman duduk berlama-lama di sofa hangat nan empuk, mengubek-ubek lemari besar berisi kumpulan buku dongeng dan penggalan cerita kemarin, menulisi notebook kecil yang menggurat kisah, menyruput secangkir black dilmah tea dengan campuran susu dancow, menikmati sepiring awan biru dengan lauk awan putih yang mirip biri-biri, berdiri di jendela yang terbuka lebar yang bisa melihat pelangi dan rintik ritmis di sore hari.

saya sedih. saya berusaha bertanya pada beberapa teman, bagaimana cara menemukan sepucuk surat itu di kotak pos di rumah saya. yah yah yah … saya tak bisa menemukannya! trouble ticket pun sudah saya layangkan ke pak pos. tetapi, belum dapat balasannya! dimana sepucuk surat merah jambu yang saya cemplungkan kemarin pagi? dimana sepucuk surat merah jambu yang saya cemplungkan tiga hari yang lalu?

maka, saya buru-buru mencari rumah baru. sembari menyelipkan harap kecil, rumah ini akan baik-baik saja. rumah ini bakal mampu menyimpan semua goresan rindu. rona merah jambu. isak tangis. buncah bahagia. untaian senja. ya, di rumah baru ini saya akan tinggal. rumah dengan segala kenyamanan yang saya punya.

selamat datang di rumah baru saya. masuk, masuk saja. jangan sungkan-sungkan. ayoh, sepatunya tak usah dilepas. pakai saja. gantungkan jas atau jaket di sebelah ujung ya. tuh, sudah ada gantungannya. saya membikinnya beberapa jam yang lalu. ayo, masuk. tahu kan dimana racikan tequila? atau, mau wine? hmmh … wine cellarnya ada di basement. kalau mau dilmah tea, ada di kotak di belakang meja bar, berurtan dengan gula non-fat dan kopi dari penjuru negeri. beberapa gelas untuk peruntukannya masing-masing, sudah tergantung di atas meja bar ya. sedangkan cangkirnya ada di bagian dalam.

selamat menjelajahi seisi rumah saya ya.

(ps: sejujurnya, saya tak ingin pindah dari rumah yang lama. tapi … sudahlah. ketimbang saya tak bisa menemukan pucuk-pucuk surat yag saya masukkan dalam kotak pos berwarna merah di sudut depan rumah … saya harus mau pindah ke rumah ini. o iya, barang-barang di rumah ini, baru semuanya. saya sengaja meninggalkan semua yang ada di rumah lama, tetap di rumah lama.sesekali, saya masih ingin menengoknya. mungkin, kamu juga masih ingin melihatnya …) 

Written by femi adi soempeno

October 14, 2006 at 11:07 am