The red femi

Posts Tagged ‘cinta

satu nikmat, dua lengkap

with 2 comments

“jangan lupa, kalau kamu single, itu nikmat. kalau sudah punya pasangan, itu baru namanya lengkap!” tukas tetangga kubikel.

ah. apa iya sih.

perbincangan kami sederhana, yaitu soal pasangan hidup. nyatanya, obrolan yang selalu kontroversial ini menyisakan sepenggal kalimat yang cukup membikin saya terbahak. ya itu tadi. satu nikmat, dua lengkap. ah, ada-ada saja.

belum lama, saya juga berbincang dengan si kadal basi. obrolan kami, lagi-lagi, tak jauh dari pasangan hidup. kehangatan. tokiko onose. gadis jepun. ah, banyak. kami berbincang sampai pagi. sampai mata ini hendak mengatup dan enggan terbuka kembali.

berdua dan lengkap, saya tak bisa menganggapnya keliru. pasti. mengusung tandu, tak bisa dilakukan sendiri. harus berdua. menggeret lemari buku, afdol dilakukan berdua. apalagi lemari buku besar seperti yang ada di rumah saya.

ah, kasak-kusuk soal pasangan hidup memang tak akan ada habisnya.

Written by femi adi soempeno

July 24, 2008 at 3:31 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

jatuh cinta, dan rasa itu

with 6 comments

beberapa waktu belakangan ini saya kok membayangkan rasanya jatuh cinta.

lama rasanya ‘tidak jatuh cinta’. jadi, butuh waktu yang tidak sebentar juga untuk mengingat-ingat bagaimana rasanya jatuh cinta.

rasanya seperti deru si ular besi yang meliuk dan menderap pasti. berjalan maju. terus. sesekali, peluit dibunyikan masinis dan asap hitam yang mengepul dari lokomotif adalah sebuah penanda tinggalan jejak.

rasanya juga seperti gebukan harmonis pada seperangkat gamelan. kendang. bonang. saron. peking. kenong-kethuk. kempul. gendher. gong. gambang. slenthem. menyumbangkan suara indah.

rasanya seperti jemari yang terketuk pada papan kunci (meminjam istilah kadal basi). pijatan pada papan K, muncul di layar monitor adalah K.

selaras.

lama tidak jatuh cinta. dan kini, rasa itu menjadi abstrak.

atau bisa jadi, saya sedang menunggu giliran?

tidak. tidak. saya masih menggudangkan rasa yang sama dan belum memberi cukup ruang untuk rasa yang baru.

ada yang mau cokelat hangat? —lebih baik saya menyibukkan diri dengan adukan irish cream chocolate cream. .  

 

 

Written by femi adi soempeno

May 29, 2008 at 12:38 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , ,

bahkan, baunya pun masih ada!

with 2 comments

saya terkesiap memasuki sogo food hall plasa indonesia.

ah. seharusnya saya tak ke sini. seharusnya saya tak usah punya niat untuk beli kiwi dan apel washington. harusnya tadi langsung pulang saja. belum masanya bertandang ke pusat perbelanjaan ini. tapi, langkah saya kadung terpaku di lantai dasar. saya seperti tersesat belantara memori yang sangat saya kenali.

saya hanya terdiam. saya tahu persis dimana langkah kaki ini terhenti, dan terpaku tanpa bisa berlari meninggalkannya. cokelat. iya, rak yang menjejerkan cokelat dari beragam rupa, bentuk, asal, kemasan dan harga.

“enaknya beli cokelat apa ya untuk oleh-oleh?” pertanyaan lainnya, “kamu suka cokelat apa hun?” pertanyaan lainnya, “selain ini, apa lagi yang kamu suka? bilang saja …”

lindt swiss thins. jaquot chocolatier depuis 1920.

saya penyuka coklat. dan lelaki dengan pjamas kotak-kotak merah itu tahu persis saya suka cokelat. tawaran parfum atau baju saya tolak. dia juga tahu persis itu. saya suka cokelat. dan, dua kotak cokelat ia bungkuskan untuk saya, disamping satu kaleng cokelat lain yang ia usung dari jepang.

humh.

saya masih ingat dimana ia berdiri. disitu, iya, disitu. didepan cokelat-cokelaat yang menderet rapi, menunggu pengunjung untuk menjumputnya. saya masih ingat persis kemeja hitam yang dikenakannya. saya masih ingat persis caranya membawa keranjang. menjinjingnya dan mengisinya dengan kotak-kotak cokelat. dan terakhir, menawari saya kembali, “mau apa lagi?”

hun, bahkan baumu pun masih ada di sini.

Written by femi adi soempeno

April 15, 2008 at 6:40 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , , , ,

katak tuli

leave a comment »

pada lelaki dengan pjamas kotak-kotak merah, saya berkabar pagi ini, tentang cerita si katak tuli. saya mendapatkan cerita ini dari teman pesulap di jogja, mas heri.

pada suatu hari ada segerombol katak-katak kecil yang menggelar lomba lari.  tujuannya adalah mencapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi. penonton berkumpul bersama  mengelilingi menara untuk menyaksikan  perlombaan dan memberi semangat kepada para peserta. perlombaan dimulai…
 
Secara jujur, tak satupun penonton benar2 percaya bahwa katak2 kecil akan bisa mencapai puncak menara. Terdengar suara, “Oh, jalannya terlalu sulitttt!! mereka  TIDAK AKAN PERNAH sampai ke puncak.” atau, ‘tidak ada kesempatan untuk berhasil…menaranya terlalu tinggi…!! dan katak-katak kecil mulai berjatuhan. Satu persatu, kecuali mereka  yang tetap semangat menaiki menara perlahan- lahan semakin tinggi…dan semakin tinggi..

Penonton terus bersorak “terlalu sulit!!! tak seorangpun akan berhasil!” dan, lebih banyak lagi katak kecil lelah dan menyerah. tapi ada  SATU yang melanjutkan hingga semakin tinggi dan tinggi. dia tak akan menyerah! akhirnya yang lain telah menyerah untuk menaiki menara. kecuali  satu katak kecil yang telah berusaha keras  menjadi  satu-satunya yang berhasil mencapai puncak!

semua katak kecil yang lain ingin tahu bagaimana katak ini bisa melakukannya? seorang peserta bertanya bagaimana cara katak yang berhasil menemukan kekuatan untuk mencapai tujuan? ternyata, katak yang menjadi pemenang itu TULI!!!!

cerita katak ini ingin mengajarkan pada kita agar kita jangan pernah mendengar orang lain yang mempunyai kecenderungan berpikir negatif ataupun pesimis karena mereka mengambil sebagian besar mimpi kita dan menjauhkannya dari kita. karena itu tetaplah selalu berpikir positif. 

pada lelaki dengan pjamas kotak-kotak itu saya bilang, “dan yang terpenting hun, berlakulah TULI jika orang berkata kepadamu bahwa kamu tidak bisa menggapai cita-citamu maupun menyelesaikan semua pekerjaanmu. selalu berpikirlah: I can do this!”

di akhir surat elektronik, saya mengecup kecil, “selamat hari senin, sayang!”

Written by femi adi soempeno

February 18, 2008 at 11:22 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

tidak ada telepon cinta minggu ini

with one comment

tiba-tiba saja air muka saya berubah. saya tidak melihat di cermin, tetapi saya bisa merasakannya.

iya, tidak ada telepon cinta minggu ini. lelaki dengan pjamas kotak-kotak itu tak sempat menelpon saya. kunjungan pekerjaan ke cabang membuat dua jam itu dihabiskan untuk meriung bersama dengan teman-teman kerjanya.

padahal, saya rindu.

Written by femi adi soempeno

February 16, 2008 at 10:20 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , , ,