The red femi

Posts Tagged ‘femi

flanel kotak-kotak

with one comment

tiga minggu belakangan, saya rajin membongkari koper berisi pakaian. saya mengenakan kembali flanel usang saya: flanel kotak-kotak.

flanel ini ringan. hangat. juga, sarat dengan kenangan.

saya tak ingat persis jumlah kemeja flanel yang saya punya. tidak banyak, tetapi cukuplah untuk berganti saban minggu. ini flanel lawas. tak pernah saya pakai. apalagi saya setrika.

saya berhenti mengenakannya saat ada yang berujar, “kamu ini laki-laki atau perempuan sih, kok pakai kemeja flanel.” ah, lantaran saya memang perasa, tidak mudah bagi saya untuk mengabaikan pertanyaan itu. tetap tertinggal. dibenak.

dan saya hampir tidak pernah mengenakannya lagi.

sesungguhnya, nyaman dengan kemeja ini. hanya menggulung lengan panjang hingga ke bagian siku. tidak perlu penuh mengancingkan kancing baju hingga paling atas. di dalamnya, saya membalut tubuh dengan kaos.

so simpel. and it’s me.

Written by femi adi soempeno

July 28, 2008 at 4:23 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with ,

semakin banyak yang protes

with one comment

ah, kenapa semakin banyak yang protes.

itu, dengan status yang saya pasang di gtalk. writer, smart, single and available.

kemarin sudah ada beberapa yang protes. ada yang berujar, “dodolan po?” wah, sialan. ada juga yang bilang, “promosi nih?” ada juga yang berseloroh, “mau yang seperti apa?” halah.

biar saja. biar saja begitu. nyatanya memang begitu. writer, smart, single and available. kalau sudah bikin traktat dengan seseorang, pasti statusnya tak begitu. mungkin akan saya ganti dengan: sold out. atau, sorry, I am closed.

hati ini tetap saja begini. adem. tenang. sepi. ciut. tapi selalu hangat oleh reriungan dengan teman-teman yang ada di sekitar saya. agaknya memang Si Pemilik Hidup bikin kesalahan dengan membikin institusi yang bernama pernikahan, dan kemudian menebusnya dengan memberikan teman.

dan, biar saja begitu adanya.

Written by femi adi soempeno

July 21, 2008 at 7:39 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , ,

tidak suka, tapi harus mau

with 2 comments

sesungguhnya saya tidak suka yogurt.

tapi saya harus memaksakan diri menyantap susu asam ini. perkaranya sepele, yaitu menulis sehalaman penuh untuk halaman kesehatan tentang yogurt. rasanya, susu fermentasi ini layak dijadikan santapan harian.

konon, yogurt mengandung kuman yang baik untuk saluran pencernaan. juga, untuk memerangi bakteri jahat yang ada di tubuh. bedanya dengan susu segar, laktosa dalam yogurt sudah tercerna dalam kuman dan lebih bagus daripada susu segar. dan yogurt ini bisa dicerna dalam tubuh dalam waktu 1 jam, sementara susu segar diserap dalam waktu 3 jam.

menurut catatan ahli gizi, yogurt bisa dikonsumsi dua kali sehari, untuk makanan selingan. misalnya, jam 9 pagi dan 3 sore. takarannya standar saja, 200 cc. dan, lebih bagus plain yogurt ketimbang yang lain. dus, harus membubuhi sendiri buah-buahan di dalamnya.

itu sebabnya, sudah sebulan terakhir ini saya belanja elle & vire yogurt. atau, bio kul.

tapi, yogurt ini kok tidak mengurangi niat saya untuk tetap menenggak susu beruang. 🙂

Written by femi adi soempeno

June 4, 2008 at 2:07 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , ,

tangan yang tak lagi kuat

with 4 comments

saya tahu persis, tangan ini tak akan kembali sempurna.

sudah lebih dari sebulan sejak kendaraan itu menabrak saya saat saya hendak menyeberang jalan. dan, rasa nyeri itu masih tinggal.

seperti kemarin, atau kemarinnya lagi, atau kemarin kemarinnya lagi. cengkeraman tangan kanan pada handle bar sepeda, tarikan duffel bag dari bagasi, geretan kursi dan meja di rumah. iya, semuanya seperti menunjukkan kecemasannya sendiri: tangan saya tak lagi kuat.

dan saya pun tetap harus melakukan semuanya sendiri.

mengangkat galon untuk menggantinya dengan yang baru. mengusung kardus dari gudang. travelling dengan back pack yang tak cukup ringan.

tapi Dia masih kasih tangan kiri buat saya. semoga saya bisa mengandalkannya.

Written by femi adi soempeno

June 3, 2008 at 12:10 am

Posted in Uncategorized

Tagged with ,

migren dan menstrucycle

with 3 comments

menstrucycle memang tidak mengenakkan. tapi ya begini ini caranya merasakan menjadi perempuan, selain melahirkan.

saya mencatat dengan pasti masa-masa mestrucycle. awal bulan. keriaan datang di awal bulan seperti ini. tetapi, memang harus ada ekstra pengeluaran maupun ekstra tenaga untuk membeli sumpal dan mencuci dalam berapa saat.

tapi, ya beginilah rasanya menjadi perempuan. waria atau laki-laki yang berdandan sebagai perempuan, tak merasai bagaimana rahim seperti dikerok. seperti mengerok daging kelapa dari batoknya.

dulu ibu selalu menyediakan kunir asam. iya, dibikin jamu dengan dibubuhi gula jawa. tapi, sewindu ini acara minum kunir asam saban bulan tak lagi rutin. esti punya penggantinya: minum minuman bersoda. olala!

seperti semalam. orang jogja bilang: pecas ndahe. sakit kepala. semula saya tak mencatat ini sebagai salah satu bonus dari menstrucycle. “lo kurang darah kali! lagi dapet?” tanya ruth, teman kos saya.

iya.

migren dan menstrucycle memang sering akur.

Written by femi adi soempeno

June 2, 2008 at 11:54 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with ,

menghembusi cinta

with one comment

Tuhan sedang istirahat.

iya, Si Pemilik Hidup itu sedang ngaso. ngenggar-enggar penggalih. bagaimana tidak. Dia sedang tidak merepotkan diriNya sendiri untuk hati saya. Dia tidak sedang menghembusi saya dengan cinta.

lihat, Dia membiarkan saya menikmati hari-hari sendiri saya. tidak, bukannya Dia membiarkan saya kesepian. ada begitu banyak teman-teman baik di sekitar saya. paimun. aan. sudar. bram. yani. dan masih banyak lagi. Dia tidak membiarkan saya merasa sepi. keriuhan mereka menjadi penandanya.

Dia juga membiarkan saya sibuk dengan pekerjaan saya. tenggelam dalam buruan deadline dari minggu ke minggu. dan, merencanakan sejumlah perjalanan di musim panas ini. menyambangi kebun teh bersama indah di bandung. bertandang ke palembang. berkemah di kaki merapi. kesenangan-kesenangan kecil yang bakalan tak ada habisnya sepanjang musim panas ini.

orang-orang datang dan pergi. dan, Tuhan juga tetap membiarkannya. Dia sudah memerintahkan alam untuk menyeleksi orang-orang yang berchemistry dengan saya. Dia juga yang menendang orang-orang yang tak pantas berteman dengan saya. Dia juga yang mengundang orang-orang agar berjejaring dengan saya.

saat ini Dia sungguh sedang mengembalikan saya pada masa-masa melajang yang seru. yang membikin saya lebih banyak berkutat dengan lemari buku di rumah. menghamburkan kata-kata di halaman putih ini. merencanakan perjalanan. menggesek kartu debit. dan mengayuh pedal, bersemangat. Dia sedang memenuhi saya dengan keinginan menulis, dan terus menulis.

Dia tidak sedang menghembusi saya dengan cinta. dan saya tetap mensyukurinya.

 

Written by femi adi soempeno

May 5, 2008 at 1:56 am

Posted in Uncategorized

Tagged with

perbincangan pagi

leave a comment »

selalu ada yang tertinggal dalam perbincangan kami.

sebuah gelak yang tak habis. dan tawa yang tak henti berderai. kami berbicara banyak hal. tentang rumah. tentang buku. tentang paket kiriman ke indonesia. tentang rencana perjalanan ke US. tentang BB. tentang jogja. tentang … banyak. dan, seperti hutang yak tak bakal bisa ditebus, selalu saja ada ritual ngundhat-undhat, khas esti.

eh, ning pesawate nang amerika dibayari to? nganggo diundat2 ora?

mmmmmm mmmmmmm dibayari tikete

nek nganggo mmmm-e dowo ngono wes ketok diundat2 tujuh turunan

nek diundat2 ki yo…bukannya undat2 kuwi wis termasuk nang tiket? 

oo ono klausul ngono ya hahahahahahahahaah  

begitulah

lagi ngerti aku nek tiket nang US ki ono klausul undat2

iyo

hahahaahahah –kok kowe sok cool ngono to le ngomong “iyo”

dan begitulah. tak ada perbincangan yang komplit tanpa acara ngundhat-undhat. hutang tak terbalas, ya harus terima bila diundhat-undhat.

tapi, ini bukan hutang sesungguhnya. ini hanya bumbu perbincangan. biar tambah seru. biar tidak wagu. biar membikin gelak. sungguh, saya suka perbincangan seperti ini. meriah. iya, seperti perbincangan pagi ini. sesudahnya, masih disambung bertukar tutur selama dua jam.

Written by femi adi soempeno

May 5, 2008 at 12:58 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , , ,