The red femi

Posts Tagged ‘jatuh cinta

dilarang mengobok-obok kolam sendiri

leave a comment »

saya mengamini betul.

iya. dilarang mengobok-obok kolam sendiri. tak peduli isi di kolam itu menarik dan layak untuk dicaplok, tetapi sebaiknya ada di pinggir kolam saja. mengamatinya. mencermatinya.

lihat, ada senja yang mengedip nakal dari beningnya air di kolam. kedipannya seperti mengajak berbincang. tentang apa saja. tentang daun yang menguning, tentang birunya langit, dan tentang pelangi yang menggores di sore hari selepas bumi membasah.

sesekali, dari kolam itu muncul senyuman yang indah. seperti menggoda. ah, tidak, tidak. hanya ramah saja. iya, senyum yang ramah. dan hanya saya balas dengan anggukan saja. sembari tersenyum, juga dengan ramah. padanya saya belajar tentang senyum ini. senyum yang tulus.

ada pula geliatan daun yang menghijau. adem. kontras dengan beningnya air di kolam. dan sejuk.

saya tahu, saya tak ingin kehilangan indahnya. biar begini saja.

Written by femi adi soempeno

August 27, 2008 at 3:49 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

ah, saya barusan mengintipnya

with 2 comments

saya barusan mengintipnya. tidak. saya takut ini akan menciptakan luka baru. saya buru-buru membereskan perasaan saya. rasanya acara berhangat-hangat cukup sampai disini saja. humh, atau saya yang terlalu trauma?

Written by femi adi soempeno

August 9, 2008 at 8:17 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

ada yang salah

leave a comment »

sepertinya ada yang salah dengan perasaan saya.

ah. perasaan seperti ini datang lagi. berjejingkrakan di halaman hati saya.

seperti ada yang menyelipkan mawar merah di jendela rumah saya. tanpa catatan. tanpa nama pengirim. hanya bunga mawar merah yang berenergi. sarat dengan kasih dan kehangatan. penuh dengan hangat dan bulir rindu.

seperti birunya langit yang enggan disiangi. tetap begitu saja. sesekali mengarakkan putihnya langit. bersih. dingin di ketinggian. langit yang biru siap dipulas dengan beragam cerita.

seperti selalu ingin tersenyum setiap saat. senyum yang menyuplai kegembiraan, keriangan dan siap menghadapi 24 jam sehari. tanpa bayangan letih yang menghantui.

mungkin jatuh cinta. tapi mungkin juga tidak.

Written by femi adi soempeno

August 9, 2008 at 3:13 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , ,

daim dan kenangan itu

with one comment

saya menimang-nimang daim, cokelat karamel dari eropa. saya suka sekali!

cokelat ini dibungkus oleh agung untuk saya. *terima kasih agung*

cokelat daim. adalah holger. adalah perjalanan singkat seminggu menyambangi beberapa kota di jerman. adalah jatuh cinta pada caramel. adalah lelehan cokelat di mulut. adalah keriangan kecil. adalah jatuh cinta yang amat sangat pada cokelat. adalah ketagihan.

ah, daim. cokelat. caramel.

saya masih ingat persis. dengan kepastian, saya menolak tawaran holger untuk menjumput cokelat daim. “aku nggak makan permen …” kata saya. tapi, dia masih tetap memaksa dengan aksen jermannya yang sangat kental. “tapi kamu harus mencoba ini. enak!” dan … enak! daim selalu mengingatkan saya padanya. pada senyum hangat seorang fotografer. pada mimpi untuk bekerja sejenak di luar negeri.

dan saya memaksa eva untuk menyempatkan diri memburu daim saat ia bertandang ke frankfurt lagi. *terima kasih eva*

entah.

saya suka dengan cokelat. bisa jadi itu perkenalan saya pada karamel yang ramah dan tak membikin gigi saya sakit. dan saya menyukai daim. tapi saya suka daim barangkali juga karena memori yang baik tentangnya.

mungkin.

Written by femi adi soempeno

July 2, 2008 at 8:39 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , ,

masih hangat

with 2 comments

angin mengarak pelan kerinduan ini.

pada usia belasan, mengancik usia kepala dua. seragam abu-abu putih menjadi penanda bahwa ‘kami pernah berjumpa’. tidak sengaja. hanya secuil terik di boulevard UGM. ditengah teriakan ‘turunkan suharto’, tabuhan genderang itu menggelitik kuping, membinarkan mata.

laki-laki dengan tabuhan genderang.

saya harus berlarian mengejar ketertinggalan. pengetahuan tentang musik. ah, tidak. saya tak ingin mengubah diri untuk orang lain. biar begini saja.

sudah sepuluh tahun. kami berjejalin. sesekali. dalam sebuah perjumpaan kecil dengan teman-teman. dan hati ini tetap saja hangat. rasanya masih seperti waktu kami berseragam abu-abu di boulevard UGM kala itu.

dan sepuluh tahun, tetap begini saja. berteman baik. terus berjejalin.

dan akan terus begini.

tetap adem. meningkahi senja bersama, menghabiskan malam dan menyambut pagi bersama.

Written by femi adi soempeno

June 18, 2008 at 1:45 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , ,

saya (pernah) bahagia bersamanya

with one comment

karena saya sungguh bahagia memilikinya.

tokiko onose.

nyatanya saya (pernah) bahagia bersamanya. dan, guratan bahagia ini masih tampak jelas. ini, lihat, coba mendekat kemari. apa kalian bisa lihat jejaknya?

ada genggaman hangat sepanjang hari. memetik binar mata yang mengerdip pelahan. dan pelukan bola raksasa seolah memandekkan gerakan jarum jam.

obrolan hangat sepanjang malam. kecipak air yang membikin bergidik. suapan sate dan bumbu kental sate padang. kebingungan mencari jalan di padang. hari yang ‘habis’ di jakarta.

dia begitu hangat. dia membikin saya tak bisa berhenti meminggirkan ingatan tentangnya.

 

(ps: agaknya saya salah keliru menjumput musik dari gudang lagu milik bram, ujung minggu lalu. lagu-lagu yang saya angkut secara acak nyatanya membikin saya harus menyerah: memikirkan tokiko onose lagi)

 

Written by femi adi soempeno

June 16, 2008 at 10:51 am

saya sedang jatuh cinta

with 6 comments

harusnya saya tak merasa aneh dengan perasaan seperti ini. saya jatuh cinta.

iya, saya sedang jatuh cinta. tak percaya ya saya bisa jatuh cinta? mm … rasanya sangat kepengen. ngebet. harus. wajib. buru-buru. selalu ingin tersenyum. nyesek. buncah bahagia. badan juga panas dingin. mm … bagaimana ya menggambarkan rasa yang absurd ini. rasanya seperti ada ribuan mawar merah bermekaran di setiap sudut kubikel saya. whoops, hutan mawar merah!

saya sudah mencoba menepuk pipi saya. uwh. sakit juga ya. saya juga mencoba mencubiti perut saya. eh, malah saya menemukan banyak lemak disana. sialan. tetapi urusan hati bukanlah soal pipi dan perut yang gembur kan. ini seperti sunggingan senyum yang tak bisa berhenti. kedipan mata yang nakal. dan keinginan untuk memeluk, terus memeluk. agaknya angin membawa rasa ini kembali. ia meletakkan pada tempat yang semestinya. pada tempat yang tepat.

saya menyimak tawa renyahnya. bahasa indonesianya terbata meski ia orang indonesia. ah, sial. kenapa mesti harus berjauhan begini. butuh waktu belasan jam untuk terbang dan bertukar hati. ah, tapi tidak apa-apa. saya masih bisa membauinya dari rona merah bunga mawar di kubikel ini. seperti malu-malu menyurungkan wanginya, saya juga malu mengakui bahwa saya jatuh cinta.

saya tahu, dialah orangnya! dan saya tahu, saya sedang jatuh cinta.

(ps: tulisan ini saya bikin untuk kamu. iya, untuk kamu yang jauhnya bermil-mil dari sini. saya kangen mendengar suara renyahmu)

Written by femi adi soempeno

October 31, 2007 at 2:29 am