The red femi

Posts Tagged ‘jerman

sudah saya bungkus, dan gudangkan

with one comment

obrolan itu sungguh mengejutkan saya.

sudah setahun lewat, nyatanya ingatan itu masih melekat di benaknya. di benak samuel.

“bagaimana dengan teman dekatmu di jerman waktu itu?”

“hah? maksut kamu?”

“iya, si asisten itu …”

“holger? ah, dia itu hanya teman dekat, tidak lebih …”

“ya, holger! apa iya? sepertinya perhatianmu berlebihan padanya …”

“tidak, perhatianku padanya sama dengan perhatianku pada daniela …”

“saat kita jogetan di koln, kamu sepertinya sebal saat holger melantai dengan yang lain …”

“hahahaha … oops, sepertinya ada yang keliru dengan mata kamu. sudah ke dokter mata?”

namanya holger. iya. namanya sangat jerman ya. tak ada kehangatan lain selain pertemanan yang nyaman dan menyenangkan. selebihnya, rasa terima kasih karena menjadi host yang begitu baiknya. dia tahu persis bagaimana memperlakukan orang asia dan afrika dalam sekali tempo. padahal kultur kami dan kulturnya berbeda.

kami hanya duduk-duduk di beranda hati saja. membincangkan banyak hal. tentang koin euro dan rupiah. juga, lembaran limapuluhan ribu beserta rupiah lainnya. kami juga berbicara soal catatan sejarah-politik yang saya tulis. kami juga bercerita soal bagaimana gay dan lesbian di indonesia, usai CSD party dan saya mengoloknya, “saya lihat kamu kemarin di CSD party, menari diatas truk dan berjoget gembira!” kami juga bertaruh untuk hari awan yang biru, atau kelabu. dan dia kalah. ya, dan dia masih berhutang sebotol wine dengan saya.

tidak lebih dari itu.

hangat. ya, hangat saja. selebihnya, sudah saya bungkus dan gudangkan. yang tertinggal hanya hangatnya saja.

Written by femi adi soempeno

August 4, 2008 at 11:54 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

angela ‘hilang’

leave a comment »

kabar itu datang tiba-tiba.

dari oluyinka. mengejutkan sekali. dalam surat elektronik yang ditangkap BB saya, ia bilang bahwa bersama dengan faraja, keduanya selalu gagal memburu angela.

oluyinka, ayah dua anak ini tinggal di nigeria. kulitnya yang gelap dan badannya yang mudah dikenali membikin saya tak akan lupa padanya. juga, pada semburan minyak wangi merek cologne 4711 yang ia sebut sebagai “four seven okan okan” saat kami menjelajah cologne, tahun lalu. perhatian. iya. dia sangat perhatian dengan orang-orang disekitarnya, termasuk angela.

faraja tak bisa menemukan angela. keduanya tinggal di tanzania. mencecap wine dengan es batu, adalah keajaiban terbesar yang saya jumpai saat dugem bersama faraja di havanna club, berlin. sementara, tanggalnya gigi depan angela, adalah kegelian terbesar yang tak bisa saya lepaskan dari ingatan.

oluyinka bilang, tak satupun kontak komunikasi yang berhasil dilakukan untuk menemukan angela. “femi, sudah aku coba kontak di rumah maupun kantornya. nihil.” jawabnya pendek.

angela hilang?

Written by femi adi soempeno

February 3, 2008 at 9:53 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , ,

sepucuk amplop putih

with 2 comments

kenapa saya selalu berbunga-bunga bila mendapatkan sepucuk amplop putih darinya.

sebelum membukanya, saya selalu tersenyum dan berujar pada diri sendiri. “eh, ada surat darinya …” dan saya selalu berdebar untuk satu hingga sepuluh detik saat membukanya. mencoba menerka-nerka apa yang terjadi. mungkin sapaan rindu. tetapi, bisa jadi sederet tanda tanya dan tanda seru. atau, undangan makan malam di januari yang basah?

amplop putih yang tersangkut di layar monitor saya. bentuknya kecil, memanjang. menyerupai surat balasan dari surat kabar yang mengabarkan penolakan tulisan. warnanya putih, bersih, menyerupai sodoran amplop berisi uang yang dibingkis untuk para wartawan. dan disana hanya tertera nama saya. ya, surat ini untuk saya.

amplop putih itu juga berisi kertas putih. selembar. bersih. tulisannya rapi, dari ujung atas hingga bawah. kertas putih yang disinggahi kalimat-kalimat pendek. seuntai demi seuntai. tidak membingungkan. tidak mengacaukan. singkat. penuh makna. hingga saya ingin mempelototi isi surat itu, dan mendekapnya terus.

coretannya tegas. saya selalu mencoba membayangkan bagaimana dia merangkai kata-kata ini. ditengah kesibukannya menelisik korban. diantara barang bukti, tempat kejadian dan borgolan pelaku kejahatan. bagaimana bisa orang yang gemar menggedor pintu penjahat dengan tendangan kakinya dan acungan pistolnya, bisa menguraikan kalimat yang begini santunnya. iya, di surat ini.

lelaki dengan hati baja, menulisi halaman putih ini untuk saya. menjejalkan lipatan kertas dalam amplop putih dan meninggalkannya di monitor saya.

kali ini ada pertanyaan yang menantang saya, ” … when will you back to berlin?”  

Written by femi adi soempeno

September 19, 2007 at 7:37 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , ,

namanya thomas

with 2 comments

namanya thomas. nama belakangnya, saya tidak tahu.

ia cukup ramah. bahkan sangat ramah. sangat enerjik, sebagai anak muda perantauan dari negeri yang jauhnya 18 jam dari Indonesia. saya sering mendengar tentangnya. sering sekali. hanya saja, ia jarang muncul di kedai tempat saya biasa kongko dengan teman-teman.

“nanti gue kenalin sama dia. dia lagi cari pacar tu … dia cari cewek fe …” seru seorang teman laki-laki, suatu hari di amben bambu di sebuah restoran tradisional.

saya terkesiap. hah? dijodohin? baru kali ini ada orang yang berniat menjodohkan saya dengan temannya.

berbusa-busa, ia kemudian berceloteh panjang tentang relasi yang pernah dijalinnya bersama dengan makhluk asing yang ia sebut-sebut sebagai thomas itu. thomas dipromosikan seperti sebuah barang bagus. layak beli. recomended. harga murah. bermanfaat banyak. berguna untuk masa depan. “lo itu tipenya banget deh!”

berkali-kali saya diseret ke kedai untuk menunggu thomas. mencecap nasi goreng. tempe goreng. black coffee. kentang goreng. green tea.

berkali-kali barang itu dipromosikan kembali, dengan sejumlah penawaran yang menarik. diskon. bergaransi seumur hidup.

hingga sebuah percakapan terjadi di sebuah sore yang sibuk.

” … fe, dia sudah punya cewek sekarang. gue telat ngenalin lo … dan sorry banget, ternyata dia gandengan sama temen sekolah gue…”

saya tersenyum saja. barang bagus, pasti banyak yang mau. terbukti kan. saya keduluan.

Written by femi adi soempeno

September 18, 2007 at 1:19 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , ,

toket gue ilang!

leave a comment »

toket saya hilang.

iya, toket. susu. payudara. apa lagi ya?

saya membongkar kiriman dari saya untuk saya, yang saya kirim dari Berlin, tiga minggu lalu. semua barang ada dan masih utuh. kecuali … playing card yang bergambar toket!

wah, agaknya bea dan cukai atau kepabeanan atau kantor pos bagian paket di Indonesia juga bernapsu menjarah salah satu mainan saya ini. shit!

Written by femi adi soempeno

August 17, 2007 at 5:28 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,