The red femi

Posts Tagged ‘kyle

paranoid

with one comment

ketakutan itu datang pagi-pagi.

kyle mengatakan ingin segera kembali ke california. “the stomachache killing me … ” katanya. owh! apakah ada ujaran lain selain mengiyakan? rasanya tidak. meski, rasanya tak begitu lega melihat dia seperti tidak felling home di jogja.

mungkin hanya kekhawatiran. mungkin hanya ketakutan. atau, mungkin itu adalah ketakutan yang berlebihan. tetapi semuanya tidak bisa diukur hanya dengan kata ‘hanya’ kan? toh, itu memecutnya untuk pulang ke california, segera.

saya tak bisa menahan, jika itu memang yang terbaik untuknya.

“just go home …” kata saya. tidak mengusir. hanya memberi dukungan: semoga segala yang terbaik datang pada mu.

sedih rasanya tahu perutnya tak cukup nyaman bersanding dengan makanan indonesia. sedih rasanya indonesia tak cukup bersahabat dengannya.

anytime you wanna go, just let me know, bro.

 

Written by femi adi soempeno

May 28, 2008 at 8:00 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with ,

Protected: terima kasih, selamat jalan

leave a comment »

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Written by femi adi soempeno

May 12, 2008 at 1:22 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

tomat goreng dan sup jagung

leave a comment »

kyle memasak untuk saya pagi ini.

kami belanja di pasar. pada simbok yang saya langananni, kami membeli beberapa jenis sayuran. muali kacang panjang, gambas, tomat hijau, jagung manis, wortel, kentang, bawang putih. kami juga beli tempe, sementara di rumah masih ada tahu.

“saya tahu saya mau masak apa untuk kita pagi ini …” katanya. sip!

dan acara masak memasak pun dimulai. seperti dua gedibal yang bekerja keras untuk tuannya, kyle memasak di dapur, sementara saya membersihkan rumah. kerjasama yang sempurna. saya membiarkan kyle menikmati dapur yang hangat, sementara saya asyik menyetel ipod dengan musik-musik niteclub.

“shoot! ada yang lupa. harusnya tomat goreng ini dengan terigu dan telur … saya lupa!” teriaknya dari dapur, dan berlarian masuk ke dalam rumah. saya tergelak. oalah. bagaimana ini. sementara saya mengintip tomat gorengnya, astaga, bawang putihnya terbakar! gosong!

“ya sudah, begitu saja tak apa, pasti tetap enak kok!” hibur saya.

kemudian kyle menambahkan garam dan minyak pada panci yang merebus jagung manis, wortel dan kentang. di api sebelah, bara tetap menggosongkan bawang putih yang membaur bersama tomat hijau.

“mari makan …”

humh. saya suka tomat gorengnya. rasa bawangnya cukup kental. hanya saja kalau ditambah bombay dan sedikit blackpepper, tentu lebih nikmat. atau, dibubuhi irisan cabe merah, pasti lebih oke. tapi secara garis besar, tomat goreng ini top markotop.

sup jagungnya … “flat like a pancake!” teriak saya! hahahahaha … kemudian kyle mengambil garam, membubuhinya sedikit. uhm. lebih baik.

terima kasih.

 

Written by femi adi soempeno

May 3, 2008 at 1:28 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

tell me that you lie …

with 2 comments

“tell me that you lie …” katanya.

saya menggeleng. padanya, saya mengangguk. mencoba meyakinkan bahwa saya tidak berbohong. iya, memang saya tidak berbohong. saya bilang padanya, “ibu saya ulang tahun hari ini …”

sekali lagi, dia bilang, “no … tell me that you lie. bagaimana bisa kita ulang tahun pada tanggal yang sama, dan ibu kita juga ulang tahun pada tanggal yang sama?” tanyanya.

saya menggeleng. “saya tidak tahu. kenyataannya begitu!”

dan, memang begitu senyatanya.

pagi dalam perjalanan dari jakarta ke jogja, saya mengintip paspor kyle. saya bilang, “owh, kita ulang tahun pada tanggal yang sama!” kyle yang sedang membaca majalah, langsung meletakkan majalah itu, menatap saya dan menggeleng. “tidak mungkin …” tapi, memang begitu. mungkin. dua orang berulang tahun pada tanggal yang sama, bukankah sangat-sangat-sangat mungkin?

kami kemudian tidak pernah membincangkan lagi. hanya saja, saya mencoba mencemati kebiasaan, tingkah laku, sifat dan watak yang melekat pada kami. sama? tidak sama?

kami punya banyak kesamaan: bukan makhluk pagi. suka outdoor activities. penyuka kodok dan gajah. tak suka keteraturan.

dan malam ini kami menemukan hal baru: ibu kami ulang tahun di tanggal yang sama.

esti berteriak lewat surat elektroniknya. “whatttttt??????? sampe ibu saja ultahnya sama?”

Written by femi adi soempeno

April 1, 2008 at 1:34 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

lelucon thai?

leave a comment »

saya menangis.

perjumpaan dengan ac, lelaki 24 tahun asal thailand membikin saya kapok. saya tak ingin berjumpa dengannya lagi. tidak, tidak, terima kasih!

semalam, saya menemani kyle menjumpai ana, teman dari slovakia. malam mengusung kami pada reriungan yang hangat. bir, happy tos dan segudang keriangan. kami mencandai bangku panjang di depan circle k gejayan. tak cukup, kami memindahkan keceriaan kami ke bigbelly, kafe gelap di belakang circle k.

kami berbincang tentang musik, sembari menggoyangkan badan kami ke kiri dan kekanan, sebentar. juga, menarikan kedua tangan kami ke atas. kami juga bertukar bahasa slovakia-thai-indonesia-amerika. gosh! perjumpaan yang menyenangkan. saya menabung tawa, dan tentu saja, kenangan yang mengasyikkan.

hingga api itu menyulut saya. “aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!”

ac menyulutkan api dari rokok ke lengan saya. saya kesakitan. saya menangis.

kyle yang jalan berjauhan dengan saya, terkejut. ia mencoba mencari tahu dari ac tentang apa yang barusan ia lakukan pada saya.

“just kidding. this is common in my country. it is usual in thai. this is the way we kidding … sorry.” jelas ac, mencoba menenangkan saya.

huh! ini lelucon thai?

Written by femi adi soempeno

March 22, 2008 at 8:24 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , , ,

kartu sakti

leave a comment »

kartu sakti itu bernama press card.

bukan, bukan, saya tak ingin menyumpal kesempatan yang nyaris zero dengan press card yang saya punya. saya hanya ingin memaksimalkan fungsinya saja. *halah, apa bedanya ya?*

satu. grebegan, rabu lalu, terik menyiksa kepala saya. kyle mulai berkeringat. saya lihat, sejumlah pewarta foto menjejali pagelaran, pelataran masjid agung di alun-alun. “kyle, come up!” seru saya pada bule gila ini. saatnya beraksi.

saya hanya menodongkan kartu pers saya, sembari menggandeng kyle. “dua orang!” seru saya pada penjaga keamanan kraton yang berseragam merah. pintu gerbang dibuka sedikit, mencegah orang lain ikut membuntut masuk.

adem. bola raksasa tak lagi menggantang kepala tanpa topi ini.

dua. prambanan, jumat lalu, saya dan kyle kembali tertahan di pos masuk area candi. “dari mana mbak?” tanya petugas dengan aksen jawa yang sangat kental. saya bilang, dari Jogja. “ini, bule nya dari mana?” lanjutnya lagi. kembali, saya mengatakan jawaban yang sama, dengan saya bubuhi, “mahasiswa Sanata Dharma …”

saya melihat ke belakang, sejumlah pengunjung semakin mengular, menunggu antrian masuk. owh!

“ada kitas atau paspor?” tanyanya lagi. saya menggeleng, dengan alasan, tidak bawa. tapi, memang kok, tidak bawa. “boleh saya jamin pakai ini?” saya kembali menyurungkan kartu pers saya. “mm … oke. silakan masuk. ini spesial lho ya!”

terima kasih. sekali lagi, terima kasih.

Written by femi adi soempeno

March 22, 2008 at 8:11 am

“kasih yaaa …”

leave a comment »

saya selalu terbahak, tak bisa berhenti, saat kyle bilang, “kasih yaaa …”

bule gila ah. selalu menirukan hal-hal lucu yang dilakukan orang-orang indonesia. salah satunya, mengkopi ujaran iklan telepon seluler yang bilang, “kasih yaa …”

seperti siang tadi, ketika kami makan di bakmi menteng, usai berhujan-hujan dari prambanan menuju ambarukmo plaza, kemudian bablas ke rumah. ia mengulurkan uang untuk makan siang kami pada pelayan di bakmi menteng. karena kami tak bisa menahan ingatan atas ujaran, “kasih yaa …” spontan kyle mengucapkan terimakasih, nyaris dengan nada ujaran itu. tapi, setengah tertahan karena kami buru-buru ingin tertawa. jadi, ia hanya bilang, “kasih …”

mimiknya yang lucu membikin saya tak bisa berhenti tertawa.

“ayo, kita harus pergi dari sini segera sebelum si mbak mengejar kita!” katanya. selangkah keluar dari gerai bakmi menteng, kami tertawa hingga perut terasa sakit.

Written by femi adi soempeno

March 21, 2008 at 8:11 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , , ,