The red femi

Posts Tagged ‘masak

disorientasi so[ buntut

with one comment

Dari kejauhan, kakak saya mentertawakan saya. Sialan.

Awalnya adalah godaan buntut sapi di superindo. Sepertinya menakjubkan membikin sop buntut di rumah. Bumbunya? Beli saja yang instan. Bamboe menyediakan bumbu oxtail soup. Dan saya mengangkut beberapa irisan buntut sapi. Sedap!

Tapi, olala, ternyata sedang tidak tersedia bumbu instan Bamboe untuk sop buntut. Kalau begitu, barangkali bisa diganti rawon saja. isinya, ya buntut sapi ini. selain buntut, saya mengangkut daging sapi untuk dibikin kaldu.

Sampai di rumah, karena tidak makan nasi, ya saya mengiris dua gelundung kentang. Ada empat irisan daging berukuran sedang, dan juga buntut sapi. Bumbu saya masukkan dalam panci dengan kuah kaldu. Plus irisan kentang. Plus daging dan buntut. Plus telur kampung rebus.

Hasilnya? Duh, entah, sop buntut bukan, rawon juga bukan. Merem sebentar, rasa kuahnya adalan rawon dengan komposisi bumbu dan air yang tidak seimbang. Terang saja, asin mendominasi kuah rawon. Sementara, daging dan buntut serta telur rebus nya baik-baik saja.

Tidak lagi ah. Sop buntut harus untuk sop buntut, bukan untuk rawon begini. Sungguh disorientasi sop buntut!

Written by femi adi soempeno

September 24, 2008 at 9:42 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , , , ,

tomat goreng dan sup jagung

leave a comment »

kyle memasak untuk saya pagi ini.

kami belanja di pasar. pada simbok yang saya langananni, kami membeli beberapa jenis sayuran. muali kacang panjang, gambas, tomat hijau, jagung manis, wortel, kentang, bawang putih. kami juga beli tempe, sementara di rumah masih ada tahu.

“saya tahu saya mau masak apa untuk kita pagi ini …” katanya. sip!

dan acara masak memasak pun dimulai. seperti dua gedibal yang bekerja keras untuk tuannya, kyle memasak di dapur, sementara saya membersihkan rumah. kerjasama yang sempurna. saya membiarkan kyle menikmati dapur yang hangat, sementara saya asyik menyetel ipod dengan musik-musik niteclub.

“shoot! ada yang lupa. harusnya tomat goreng ini dengan terigu dan telur … saya lupa!” teriaknya dari dapur, dan berlarian masuk ke dalam rumah. saya tergelak. oalah. bagaimana ini. sementara saya mengintip tomat gorengnya, astaga, bawang putihnya terbakar! gosong!

“ya sudah, begitu saja tak apa, pasti tetap enak kok!” hibur saya.

kemudian kyle menambahkan garam dan minyak pada panci yang merebus jagung manis, wortel dan kentang. di api sebelah, bara tetap menggosongkan bawang putih yang membaur bersama tomat hijau.

“mari makan …”

humh. saya suka tomat gorengnya. rasa bawangnya cukup kental. hanya saja kalau ditambah bombay dan sedikit blackpepper, tentu lebih nikmat. atau, dibubuhi irisan cabe merah, pasti lebih oke. tapi secara garis besar, tomat goreng ini top markotop.

sup jagungnya … “flat like a pancake!” teriak saya! hahahahaha … kemudian kyle mengambil garam, membubuhinya sedikit. uhm. lebih baik.

terima kasih.

 

Written by femi adi soempeno

May 3, 2008 at 1:28 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

wajan itu mencaplok ikan saya

with one comment

pagi tadi saya menderetkan pandangan ke cacahan es batu dengan ikan yang nyungsep di dalamnya.

saya membungkus satu ekor ikan baronang dan satu ekor ikan kurisi. setelah dibersihkan dan digaris miring, saya membayarnya. seekor ikan kurisi Rp 2.220. sedangkan seekor ikan baronang harganya Rp 2.905.

“mas, dibumbuin apa ya?”

“kayak biasanya aja …”

“biasanya itu apa bumbunya?”

“ya bawang putih dan garam aja, terus digoreng …”

menuruti petunjuk si penjual ikan, saya memulai menggoreng ikan baronang untuk lauk makan malam tadi. saya mengucuri ikan dengan perasan air jeruk nipis. konn, biar tidak amis. saya meninggalkan ikan itu sendirian, saya mandi.

kembali ke dapur, saya mengupas bawang putih, meletakkannya di ulekan dan menaburinya dengan garam. saya menguleknya. o iya, asal tahu saja, saya cukup ahli dalam mengulek-ulek. rupanya tangan dan lengan saya cukup ampuh untuk membikin semua racikan tercacah sempurna.

sreng … sreng … sreng …

saya mencemplungkan ikan itu ke dalam penggorengan. semenit. dua menit. tiga menit. lima menit. saya menciprat-cipratkan minyak panas ke bagian permukaan atas ikan. saya membayangkan ikan itu berenang lucu di dalam kolam.

saya membalik ikan itu. lengket. saya terus membaliknya.  beberapa bagian membandel, tak mau memberikan posisinya yang paling hangat untuk sisi lainnya. saya terus membaliknya.

saatnya diangkat. eh, hilang. raib.

mengangkat ikan baronang dan menaruhnya di piring, saya tak mandeg tertawa. di salah satu sisi tubuh ikan, dagignya hilang. entah kemana. satu sisi lainnya, dagingnya tinggal separo. sementara, kepala dan buntutnya masih utuh. permukaan wajan yang panas itu mencaplok ikan saya.

kalau ayah ada, pasti dia tertawa.

Written by femi adi soempeno

October 9, 2007 at 8:08 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , ,