The red femi

Posts Tagged ‘patah hati

saya (pernah) bahagia bersamanya

with one comment

karena saya sungguh bahagia memilikinya.

tokiko onose.

nyatanya saya (pernah) bahagia bersamanya. dan, guratan bahagia ini masih tampak jelas. ini, lihat, coba mendekat kemari. apa kalian bisa lihat jejaknya?

ada genggaman hangat sepanjang hari. memetik binar mata yang mengerdip pelahan. dan pelukan bola raksasa seolah memandekkan gerakan jarum jam.

obrolan hangat sepanjang malam. kecipak air yang membikin bergidik. suapan sate dan bumbu kental sate padang. kebingungan mencari jalan di padang. hari yang ‘habis’ di jakarta.

dia begitu hangat. dia membikin saya tak bisa berhenti meminggirkan ingatan tentangnya.

 

(ps: agaknya saya salah keliru menjumput musik dari gudang lagu milik bram, ujung minggu lalu. lagu-lagu yang saya angkut secara acak nyatanya membikin saya harus menyerah: memikirkan tokiko onose lagi)

 

Written by femi adi soempeno

June 16, 2008 at 10:51 am

pondok indah dan nyessss …

with 3 comments

saya selalu sebal dengan perasaan yang datang tiba-tiba begini.

perasaan ini sungguh tidak saya undang. rasa yang nyeessss … saat memasuki mal pondok indah 2. tokiko onose. laki-laki itu seperti datang kembali. menggurat senyum dan seperti melambai dari empat kursi di satu meja bundar di starbucks.

seperti masih kemarin sore. dan nyeessss …

dan dada ini tiba-tiba sesak. lelaki dengan pjamas kotak-kotak merah itu meninggalkan ingatan tentang sebuah masa. dan enggan pergi.

starbucks. kunokuniya. pondok indah mal.

tokiko onose.

andai hati ini bisa ditipu. seperti rambut hitam yang memutih, memudarkan usia. dan basuhan hitam membohonginya. menjadi lebih muda.

tetapi hati ini tidak. ada tokiko onose disini.

 

Written by femi adi soempeno

May 26, 2008 at 12:09 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

kenapa harus ketemu lagi

with one comment

nagoya. padang. ah!

saya tak habis pikir. browsing di ruang maya, saya justru bertemu artikel travelling yang membikin saya menarik napas panjang. mencoba membaca. tidak menyelesaikan membaca. menutupnya cepat. tulisan itu tentang travelling di nagoya plus padang. cocok.

laki-laki dengan pjamas kotak-kotak merah, apa kabar?

rasanya ingin memencet BB dan menyapa hangat seperti kemarin, “apa kabar?” tapi tidak. tidak bisa. keputusan sudah dibikin dan saya harus menghargainya. tidak ada lagi surat elektronik. tidak ada lagi telepon cinta.

sementara, hati yang kian frozen ini hanya bisa mencair saat menghadapi halaman putih dan menulisinya dengan pelangi yang menderetkan rindu. hey, tak tahukah kalau aku sangat rindu kamu?

dan, saya harus menemukan tulisan tentang nagoya dan padang dari jari saya yang menjelajah ruang maya. aih. garuda indonesia membikinnya dengan sangat apik. perjalanan singkat. promosi awal tahun. dan, cerita cinta yang akan mengusang.

kenapa bukan new zealand. kenapa bukan palembang.

uwh!

Written by femi adi soempeno

April 15, 2008 at 5:13 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

meminggirkan ingatan

leave a comment »

rasanya ingin mengambil ponsel dan menuliskan surat untuknya:

hun, susah sekali meminggirkan ingatan tentang kamu. aku kangen.

tapi urung saya lakukan. tidak. tidak. tidak.

Written by femi adi soempeno

April 1, 2008 at 2:50 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , ,

dicari: laki-laki yang mampu merawat hati

with 2 comments

perempuan 28 tahun, apa kabar?

saya membongkar beberapa catatan harian yang saya temukan beberapa waktu lalu. catatan harian di usia belasan, hingga saya menemukan halaman putih ini untuk menggantikannya. sekotak kenangan itu saya beri tag ‘yesterday’. aih. sungguh-sungguh sudah berlalu. tak salah kan menjulukinya dengan ‘kemarin’?

ada kisah masa smp maupun sma yang menyenangkan dan tak menyenangkan. juga, ceceran kemarahan dan luapan emosi atas ketidakberdayaan menjadi anak ingusan. juga, mimpi-mimpi kecil membikin sebuah rumah di pucuk gunung nan adem bersama dengan lelaki yang senyumnya seringan kapas. dan, deretan cerita cinta yang selalu patah-tumbuh-hilang-berganti.

saya tahu, saya membutuhkan laki-laki yang mampu merawat hati. ada yang bisa?

Written by femi adi soempeno

March 23, 2008 at 12:03 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , ,

fragile

leave a comment »

stiker itu bahkan masih tertempel di sisi kanan layar komputer saya: Fragile, Mudah Pecah, Garuda Indonesia.

seperti hati saya yang mudah berserak berkeping. habis. fragile. iya, hati saya juga mudah pecah. dan, kini masih pecah. saya berusaha mencari perekatnya. supaya utuh kembali. saya tahu, waktu akan membantu saya untuk membuatnya kembali utuh dan membuat saya menjadi tersenyum kembali.

fragile.jpgsaya belum membereskan perkakasnya. masih utuh pada tempatnya. kotak cokelat. tiket perjalanan. beberapa jejak meriung untuk makan siang bersama. juga, stiker yang masih terpajang manis di pinggir komputer di kubikel ini. tiba-tiba saja saya terusik untuk menengok stiker ini kembali.

mestinya, sejak saya tempelkan disitu, saya tahu bahwa cerita cinta ini akan cepat melapuk. humh.

saya harus bergerak. menggudangkan jejaknya. meski tak mudah, toh, saya harus melakukannya. layar gmail di komputer saya tak lagi berlabel merah miliknya. tapi kuning, milik esti, kakak saya. terima kasih esti!

iya, hati saya masih merapuh.

Written by femi adi soempeno

March 23, 2008 at 11:17 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , , ,

sakura

leave a comment »

“selamat pagi!” sapa saya padanya. humh. harusnya kebiasaan ini sudah saya hentikan. tapi, saya masih terus menyapanya saban pagi. lewat desahan hati yang kini mulai mengkerut pelan. tapi pagi ini saya masih saja menyapanya. aih, andai saya bisa berhenti untuk menyalaminya saban pagi. andai bisa, pasti saya lakukan. tapi setiap mata ini membuka, seperti mesin otomatis, akan membisik pelan. berharap udara pagi akan menerbangkan salam saya untuknya.  

Senada cinta bersemi di antara kita
menyambut anggunnya peranan jiwa asmara
terlanjur untuk berhenti di jalan yang telah tertempuh semenjak dini
sehidup semati

setelahnya, saya merasa menyesal. eh, bukan, bukan. tepatnya, pedih.  sekarang saya hanya bisa bergumam pendek. tanpa ada balasan. tanpa ada sapa balik dari laki-laki dengan pjamas kotak-kotak merah. saya hanya mengatupkan mata kembali, mencoba tidur lagi. tetapi, selalu, tidak bisa.

Kian lama kian pasrah kurasakan jua
janji yang terucap tak mungkin terhapus saja
walau rintangan berjuta walau godaan memaksa diriku terjerat
dipeluk asamara

sudah seminggu ini sapa hangat ini tak terpercik darinya. tak lagi hangat. adem. dingin. bahkan, sebentar lagi juga membeku. sudah mencoba beragam cara untuk melumerkannya. menggarangnya diatas pemanas. tetap juga beku. menjemurnya dibawah terik. tetap juga beku. saya tahu persis, besok tetap akan membeku.

Terlambat untuk berdusta, terlambatlah sudah
menipu sanubari tak semudah kusangka
yakin akan cintamu yakinkan segalanya
perlahan dan pasti daku kan melangkah menuju damai jiwa

keyakinan ini pupus. habis sudah. sapa pagi tak lagi menyisakan rasa rindu yang harus ditabung. sebaliknya, hanya memendam rindu, dan terus merindu. sendiri.

Bersama dirimu terbebas dari nestapa
dalam wangi bunga cita cinta nan bahagia
walau rintangan berjuta walau godaan memaksa diriku terjerat
dipeluk asmara

Written by femi adi soempeno

March 11, 2008 at 9:55 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , , ,