The red femi

Posts Tagged ‘pengkhianatan

the treasure of a friend

with 2 comments

saya menemukan buku cilik dalam penjelajahan di toko buku gramedia serpong.

the treasure of a friend, sahabat, harta yang paling berharga. iya. mestinya, sahabat adalah harta yang paling berharga. tapi, tidak senyatanya demikian. harta karun itu bisa menipu. sekotak harta harta karun bisa saja adalah sebuah kotoran. seonggok barang yang tak lagi bernilai.

kalau cicero pernah bilang, “dalam persahabatan kita tidak menemukan apapun yang palsu atau tidak tulus, segalanya terbuka dan terpancar dari hati,” ya memang demikian persahabatan itu. tapi yang saya temukan justru sebaliknya. palsu. tidak tulus. tidak terbuka. tidak terpancar dari hati.

dia. iya, dia.

pagi ini saya semakin yakin. iya, saya sangat yakin. tahu sebabnya? sebab tangan-tangan Tuhan bekerja untuk saya.

reroncean masa tak lagi menyangga makna. selesai. lihat, saya masih bisa tersenyum. barangkali, dia disana masih bergelut dengan ketakutan, kekhawatiran. bodoh. siapa suruh main kucing-kucingan.

dan keputusan saya semakin bulat. I am quit!

Written by femi adi soempeno

April 14, 2008 at 3:32 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

terima kasih

with 2 comments

terima kasih ya, kamu sudah memberi pelajaran yang sangat berharga bagi saya.

tentang pertemanan. tentang kebohongan kecil. tentang permainan kucing-kucingan. tentang ketidakjujuran. tentang apa yang selama ini kita klaim sebagai teman baik atau teman dekat. saya rasa, ini salah satu hal yang menjadi highlight di usia baru saya. uwh. kejutan baru lagi.

kamu membikin saya gelisah. tetapi, saya masih beruntung punya teman-teman yang mampu meredam kegelisahan saya. mereka memberikan jawaban. mereka menghadiahi saya senja dan pelangi yang indah. mereka mengirimi saya senyuman dan gurauan. mereka meninggalkan embun.

sedangkan kamu, menjejakkan sebuah pengalaman batin yang luar biasa tentang arti pertemanan.

saya harus mensyukurinya. iya, saya harus tetap mensyukurinya. sebagai sebuah berkat. sebagai sebuah bagian dari perjalanan hidup. gumam pendek akan saya lagukan. “oo … ternyata …” sesudahnya, saya menarik napas panjang. dan seperti biasa, saya akan mengangguk kecil. menyadari bahwa ini semua adalah bagian dari rencanaNya.

prasangka bisa salah. dugaan juga bisa keliru. bisa jadi, kamu mengira ini adalah sebuah tuduhan. mm … lebih dari sekadar tuduhan, ini adalah sebuah perasaan yang sangat peka. sangat sensitif. apalagi, sekali lagi, selama ini kita saling mengklaim bahwa kita berteman baik. jika memang kita berteman, tentu tak perlu bermain kucing-kucingan.

tak perlu kedok. tak perlu topeng. tak perlu suara yang seolah sangat bijaksana. tak perlu reroncean kalimat yang menghibur.

Dia sudah menunjukkan yang terbaik buat saya. Dia sudah menunjukkan yang benar pada saya. tentu saja, bukan dari kamu. tetapi tangan-tangan-Nya dari orang-orang di sekitar saya.

terimakasih.

o iya. barusaja saya memberesi meja. menemukan sebuah buku yang tak pernah terasa usai untuk ditengok dan terus ditengok. disana ada catatan kecil, notes from the universe: siapapun yang menyiksamu, melecehkan, membingungkan atau membuatmu sedih adalah seorang guru. bukan karena mereka bijaksana, tetapi karena kau berusaha menjadi bijaksana.

 

(ps: kadal basi di tepian clark quay membisiki saya, ” jeng, setel kendho …” iya. saya mulai setel kendho. dan lihat. tetap saja ada orang-orang di sekitar saya yang membungkuskan srengenge dan menadahkan rintik ritmis buat saya. laki-laki di kubikel pojok. abang yang mengayuh sepeda lipat. mamanya bambam yang selalu kangen jogja. barisan manuk-manuk de britto. esti di DC. kadal basi di negeri merlion. senja di sudut bandung. saya bersyukur mereka ada. tetapi, saya juga bersyukur kamu memberi pengalaman batin untuk memaknai sebuah jejalin pertemanan pada saya. sekali lagi, terima kasih)

Written by femi adi soempeno

April 8, 2008 at 8:24 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

mendefinisikan ‘teman’

leave a comment »

saya tahu persis kemana saya harus bertanya: pada kadal basi.

jes jes jes jes … kereta yang mengusung saya ke jakarta, menyisakan sinyal kecil di bebekberry saya. padanya saya bertanya: kalau ada bekas pacar, ada nggak sih bekas teman?

saya memang galau. saya sedang gelisah. satu tahun belakangan ini orang-orang datang dan pergi. bisa jadi juga, saya menjadi bagian orang yang datang dan pergi dalam kehidupan seseorang. tapi sungguh. saya galau dengan kemunculan mereka yang tiba-tiba. meriung bersama. berteman. mengaku best friend. mengambil keuntungan. menelikung. menusuk dari belakang. sesudahnya, pergi.

teman.

saya tak bisa menjelaskan pada diri saya sendiri tentang jejaring ini. kadal basi membantu saya untuk mengolor benang ruwet yang belakangan membelit saya.

tentang bekas teman? ada banyak bekas teman. bahkan tak bisa dibilang teman lagi.  ada kenangan baik. tapi juga memori buruk yang tak termaafkan dan bikin trauma. tentang teman dan berteman dan pertemanan. ah, seharusnya kita tak naif dan menafikan bahwa relasi dijalin dari adanya kepentingan dan motif. tanpa motif, justru tak ada alasan menjalin sebuah relasi = ga beda jauh dengan tanaman. hanya, motifnya baik atau tidak. itu yang penting. motif pun bisa berubah di tengah jalan. dulu baik, besok kayak kucing garong.

aha. saya tahu. seperti sepeda. pada awalnya, ada sebuah kerjasama yang baik antara pantat yang dibebankan pada sadel. kayuhan yang stabil. jalanan aspal yang mulus rata. kring kring … sesekali, bel dijentikkan. tapi, kerjasama yang baik antara betis yang terus menggenjot, sepeda yang bagus dan jalanan yang mulus, harus terhadang oleh kerikil, bahkan cipratan air usai hujan yang menderas.

pun pertemanan.

dan seperti kadal basi bilang, motif pertemanan pun bisa berubah di tengah jalan. dulu baik, besok kayak kucing garong.

pertemanan, bebas kepentingan? hmm… punya teman banyak gunanya. untuk curhat. untuk tambah ilmu. untuk menikmati malam bersama. untuk berbagi hidup. untuk kerjasama bisnis. banyak motifnya. ga ada sesuatu yang murni seperti itu. justru aneh bila tak ada pikiran apa pun. tapi aku salut, jeng femi mudah bergaul dan membuka diri cukup ramah. menurutku, terlalu terbuka sehingga mudah untuk dimanfaatkan.

si kadal basi agaknya pengen bilang sama saya, jangan terlalu terbuka agar tidak mudah untuk dimanfaatkan. uhm. catatan kecil yang baik untuk mengawali usia 28 tahun. hati-hati. hati-hati. hati-hati. atau, apa perlu saya menderetkan nama teman-teman saya untuk memilah mana yang memanfaatkan dan mana yang tidak memanfaatkan? mmm. rasanya terlalu berlebihan.

tapi, ada penggalan si kadal basi yang membikin saya kian berlega hati.

tentang motif…. motif selalu ada. selalu ada yang baik dan tidak baik. bekas teman? ah… selalu datang dan pergi… biarkan saja mewarnai hari2 yang datang. koyo ngono wae kok repot. immortality itu kan ga ada. selamanya teman? ah… mendingan dinikmati selagi bisa.

ya. pagi-pagi dalam perjalanan ke jakarta, si kadal ini mengajari saya tentang pertemanan itu sendiri. benar katanya: biarkan saja mewarnai hari-hari yang datang.

sungguh, saya lega. terima kasih kadal basi!

 

(ps: dal, kadal … saya rasa saya kini cukup lega untuk membubuhkan label ‘teman’ ataupun ‘bekas teman’. terima kasih ya membikin saya lebih berani menentukan mana yang senyatanya teman dan bukan teman)

Written by femi adi soempeno

April 7, 2008 at 2:41 am

ternyata sudah 10 tahun

leave a comment »

saya mengangkat gagang telepon, dan mencari seseorang di seberang sana. yani.

iya, namanya yani. dia adalah sahabat saya. she is my truly best friend. pengalaman batin tentang pertemanan belakangan, membuat saya harus berucap terima kasih padanya. ” … ternyata sudah 10 tahun ya, menyadarkan kita bahwa kita berteman sudah begitu lamanya …”

sebulan silam, saya menemukan potret kami saat masih duduk di bangku SMU. di Santa Maria, Jogja. rok abu-abu dan kemeja batik. kami duduk bersisian lagi di ruang tengah di rumahnya. di lantai, mainan anak-anak berserak riuh. menandakan ada kesibukan yang mengisi aktivitas setelah 10 tahun masa itu berlalu. kami berbincang. kami mencoba menelisik ruang ingatan kami. tentang kelas 3 bahasa yang ugal-ugalan. gaya preman ala anak SMU. keriaan di usia belasan. kami membadut, menghibur dan dihibur.

aih … nostalgia yang membikin kami selalu merasa ‘pernah ada’. sepuluh kalender tahunan teronggok malas di sudut ruangan. dan kami mulai menua.

yani menjadi ibu satu anak, dan istri seorang arsitek muda. menikah sesegera mungkin usai kuliah, adalah pilihan yang diambilnya. dua tahun silam, kabar bahagia itu mampir di telinga saya. kini tawa paolo, anak semata wayangnya, membuatnya semakin betah di rumah.

sementara saya, lajang, mencoba meninggalkan jejak di koran mingguan dan mencoretkan hari di halaman putih ini. dan, menggelisahkan sebuah pertemanan.

dan ternyata sudah 10 tahun.

“nggak terasa ya …” katanya. kami seperti mengulang nostalgia yang kami lakukan sebulan lalu. dan, kami masih terus mengaguminya betapa pertemanan ini terawat dengan begitu baiknya. kami memupuknya dengan pengertian. kami menyiraminya dengan keriaan. daun-daun yang menguning karena kesebalan dan protes yang tak tertahankan, nyatanya tetap saja tak membikin tanaman persahabatan ini melayu.

“terima kasih ya, kamu sudah ada dalam hidupku sepuluh tahun ini. mengenalmu dan memiliki sahabat sepertimu, adalah hadiah terindah yang aku punya,” kata saya.

dan butiran bening ini mengalir pelan dari sudut mata saya.

 

 

Written by femi adi soempeno

April 7, 2008 at 12:29 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , ,

pury

leave a comment »

semalam saya mendapat pesan pendek dari teman lama.

namanya pury. iya, pury ekafenni. cantik ya namanya? saya mengenalnya saat ada kunjungan SMP Tarakanita V Jakarta ke SMP Stella Duce I Jogja, tempat saya nebeng mengenakan seragam putih-biru. wajahnya ramah. menampakkan dia anak baik. kami berkenalan, layaknya anak-anak SMP lima belas tahun silam.

dan, kami saling bertukar alamat, kemudian saling bersurat.

jarak jakarta-jogja menjadi dekat karena pak pos mengantarkan cerita-cerita kami. tentang pelangi yang menggurat langit jogja. tentang jingga yang sesekali turun di sudut jakarta. tentang kerlingan nakal dari lelaki di kantin sekolah. tentang rintik ritmis yang membasahi sore. tentang formulir yang harus diisi untuk mendaftar SMU. tentang seragam biru yang harus ditanggalkan untuk diganti menjadi abu-abu.

pury. saya mendesahkan namanya sebentar. teman baik.

perjumpaan pertama usai kami menanggalkan seragam putih-biru adalah saat kami sudah tak lagi berseragam. iya, saat kami kuliah. menjumpainya kembali adalah sebuah kebahagiaan, binar mata, senyum seringan kapas, butiran bening yang jatuh dari sudut mata, pelukan hangat dan cerita yang tak mengenal kata titik.

pekerjaan dan jakarta menggerus jejalinan ini. sibuk. sementara, jarum jam terus bergerak ke kanan dan terus ke kanan. kelingking tak lagi saling mengamit.

saya rindu. saya rindu dengan pury.

semalam, rasanya ingin melompat dari kereta dan berlari pulang ke rumah. saya ingin membongkar gudang surat saya semasa kecil. surat-surat dari pury.

Written by femi adi soempeno

April 6, 2008 at 11:32 pm

dukun cabul

leave a comment »

saya senang dengan istilah esti, kakak saya, menyebut perempuan itu: dukun cabul. hahahahahaha …

perempuan muda, apa yang kamu lakukan pada ku? sehingga, kamu menelikungku. aku tahu persis apa yang kamu lakukan. meski aku bukan dukun, tapi feeling ku juga bekerja. aku sedih, ternyata aku punya teman seperti kamu.

Written by femi adi soempeno

March 21, 2008 at 9:42 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

menelikung di tikungan

leave a comment »

semalaman, kepala saya sakit sekali.

ini adalah akumulasi rasa letih. hampir seminggu menyunggingkan senyum. hampir seminggu berlarian kecil gembira. hampir seminggu menantang angin di jalan raya. capek. bahkan mengingatnya kembali, saya tambah capek. kepala saya tambah sakit. tak pernah minum obat, semalam saya harus minum obat. kepala saya sakit sekali.

hanya karena perkara kecil saja: seorang teman baik mengenalkan temannya untuk laki-laki yang tengah berjejalin dengan saya. di saat yang sama, saya tengah menggandengkan laki-laki ini untuk kerabat dekat saya. dan, seorang teman baik ini tahu persis soal rencana saya untuk kerabat dekat saya. what a shit thing!

saya berpikir keras tentang hal ini. pertemanan. jebakan kecil. gombalan omong kosong.

saya merasa ditelikung. saya sedih sekali.

Written by femi adi soempeno

March 8, 2008 at 3:53 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,