The red femi

Posts Tagged ‘ROO

tas sepeda dari abang

with 12 comments

penawaran itu datang pagi ini.

tas untuk mewadahi sepeda lipat. beli … enggak … beli … enggak. “buat ke jogja desember nanti,” katanya. uwh. cash flow kocek saya bulan ini sudah berantakan di tengah minggu. duit seprapat juta buat beli tas sih ada. apalagi kalau gesek kartu kredit. tapi … apa iya saya menggesekkan kartu kredit di antara lipatan sepeda?

“tak belikan sekalian mau? hitam atau putih?” todongnya. waduh. saya ini tipe orang yang pemalu kalau dibeli-belikan. kecuali, oleh esti. bukan, ini bukan karena gengsi. nggak enak aja. *duh, jawa-nya keluar* saya todong balik. “pinjem dulu duitnya ya, bulan depan aku tukar?” tu kan, untung hanya berbicara di teras maya. kalau tawaran itu langsungan, saya bisa salah tingkah sendiri.  “wis rapopo. itung-itu dari kakak buat adiknya. mosok itung-itungan?” katanya.

asik! tas sepeda lipat!

tas ini tak bisa diransel. lebarnya melebihi punggung penyandang tas. dus, harus disampirkan ke bahu. kalau tidak, ya di jinjing. sepeda saya beratnya 11,4 kg. lumayan ya untuk disampirkan ke pundak.  

bulan depan, kami memang berencana menggelindingkan genjotan ke semarang. sesungguhnya kami sendiri ragu, apa iya kuat sampai semarang. sementara, kami harus berlomba dengan bus Ramayana, Joglosemar, Nusantara dan bus-bus kecil di sepanjang Magelang-Ambarawa-Semarang.

eh, tapi ini nggak ngoyo. hampiran pertama bakal mandek di tape ketan Muntilan, kemudian di kupat tahu Blabak. kalau kuatnya sampai disini, ya disini saja. enak kan. sukur-sukur sampai di kopi Eva di Ambarawa. atau, sekalian makan lumpia Mataram di Semarang. pulangnya? tinggal dilipat dan naik Joglosemar dong.

ini enaknya punya sepda lipat. capek, ya tinggal dilipat saja. eh, tapi punya saya bukan merek polygon seharga Rp 4,8 juta dengan ukuran ban 14′ lho. wakakakaka … *jadi inget* punya saya mereknya dahon. iya, dahon aja, dan harganya nggak sampe segitu. berapa? whoops, rahasia!

tapi, tasanya bukan dari dahon langsung. tas ini dibikin oleh teman dengan tag id-foldingbike. ayo to, nggenjot speda lipat sama saya. ayoo …

ps: buat abang, makasih!

Written by femi adi soempeno

November 13, 2007 at 2:32 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , ,

lihat! teman-teman baik itu ada di luar sana!

with 5 comments

saya terus mencermati mereka satu per satu.

senyumnya ramah. ia terus berceloteh sambil mengotak-atik ponsel BB miliknya. yang lainnya, ada yang terus membikin riuh suasana. eh, bukan trouble maker. tetapi penuh canda. serunya. ada juga yang sedang berbicara dengan orang lain melalui bluetooth, hanya saja ia duduk di arah hadap kami semua. dus, banyak yang ketipu. satu per satu yang lain berdatangan. tambah ramai.

itu terjadi beberapa waktu lalu, di bawah pohon rindang di pojokan kebayoran baru.

tetapi perjumpaan tidak berhenti sampai disini. ada BUZZ! di ruang pertemuan saya di yahoo messanger. datang dari teman baru. owh. ternyata bukan sekadar omong kosong. bukan sekadar celoteh basa-basi. bukan aksi tipu muslihat. goyangan ruang pertemuan ini kian seru. tidak ada yang main belakang. sebaliknya, semuanya main depan. pamer pacar baru ya di depan, bukan di belakang.

ajakan terus berdatangan. hey, saya tidak diabaikan! saya terkejut. rupanya masih ada teman-teman baik diluar sana. bukan TTM yang selama ini –ternyata– saya punya, teman tapi menjerumuskan. teman tapi menusukdariblakang. teman tapi mlorotin. teman tapi meninggalkan. *aduh femi, cerita ini sudah selesai kan, bahkan hilang tak berjejak*

kami terus berbincang. setiap hari. kami terus bercengkerama di bilik kami sendiri-sendiri. eh, tapi kami tidak bicara sendiri. kami saling berbicara. kami saling bercerita. kami saling berbincang. saya kini tahu, teman-teman baik itu sungguh ada diluar sana.

terima kasih.

Written by femi adi soempeno

November 6, 2007 at 2:16 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

mimpi sepeda lempit

with 3 comments

sebentar lagi saya punya sepeda lipat.

perjumpaan dengan para penglipet sepeda seru juga. di shaker, kami meriung dan membincangkan soal sepeda. ada begitu banyak sepeda lempit yang direkomendasikan untuk ditunggangi. asik asik asik. melihat isi dompet, kayaknya saya masih mampu kok mengangkut satu unit sepeda ini.

lhah, buat apa nglipet sepeda?

ceritanya begini. abang saya, cis, sudah lama ngantor naik sepeda. bike to work dari cililitan ke kuningan. seru juga. hanya, sepedanya jenis mountain bike. sayangnya, memarkirkan kendaraan bermotor maupun tidak bermotor di rumah sewa musti menambah ongkos. berapa ongkosnya? kagak tahu. yang jelas, bapak kos ogah rugi saja. ruang setengah meter kali satu meter adalah uang. uwh. males banget nggak sih. sepeda masukin kamar? aih, terima kasih.

terlintas di benak sepeda lempit ini. “kalau buat elu, gue rekomendasiin lo pake sepeda lipet aja …” kata abang. bentuknya kayak gimana, juga belum tergambar di kepala. yang jelas, sepeda dilipat aja.

hitung-hitungan ruang, simpel juga. sepeda bisa saya parkirkan di depan kamar, bahkan di pojok di dalam kamar. ringkas. bahkan, saya masih bisa liputan naik sepeda lipat. kalo capek, tinggal dilipat, kemudian nyambung dengan naik ojek, mikrolet, bus, kopaja, metromini, busway atau taksi. asik!

nah, ini dia. persoalannya adalah saya wajib tahu sepeda yang cucik (cocok banget, maksutnya) buat saya. saya pun melamar di reriungan sepeda lipat, atau id-foldingbike. orang-orang penglipet sepeda ini menggulung bak bola salju. semakin banyak. semakin besar. semakin seru!

“kalau untuk cewek, bagus nih yang ini …” atau, “kalau untuk dalam kota saja, saya sarankan yang ini … ” atau, “ada yang murah, yang penting punya dulu. ini harganya segini …” terima kasih banyak ya om, sudah membantu memilih sepeda. lirak-lirik kanan kiri. saya sudah masang depe. tinggal nambahin dikit, dan angkut pulang usai deadline.

abang sempat mengajak ke singapura berburu sepeda. menyeberang dari batam, langsung njujug singapura. memilih sepeda. bukan cuma dahon, tetapi giant, mobiky dan masih banyak lagi. tapi … nggak sabar nih nunggu desember. sekarang. iya, sekarang aja. biar bisa gowes di lintasan kendaraan yang macet.

jadi, kapan kita nglempit sepeda? kalau barang sudah di tangan, tenang, nanti saya pamerkan pada kalian.

Written by femi adi soempeno

October 30, 2007 at 5:59 am

Posted in Uncategorized

Tagged with ,