The red femi

Posts Tagged ‘sepeda

trek, dan keinginan bersepeda

leave a comment »

saya barusan menutup pembicaraan dengan arun, teman saya.

saya memamerkan gelang bersepeda untuk dilingkarkan di bagian pergelangan kaki maupun tangan. mereknya trek. ah, tapi tak soal trek atau bukan, tetapi ini sungguh ‘mainan baru’ buat saya. ada tombol kecil yang bisa ditekan untuk menghidupkan lampu. biar bisa menyala terang. biar saya tak tertabrak jika bersepeda.

“ada yang berbaik hati memberi ini buatku, run,” kata saya. ah, dia semakin sirik saja. ini cerita kesekian kali usai pemberian-pemberian sejenis untuk saya.

*terima kasih abang*

saya bersyukur, dikelilingi oleh orang-orang yang begitu murah hati pada saya. hal biasa, sederhana, sepele. namun tetap saja menakjubkan buat saya.

terimakasih. saya jadi ingin segera pulang ke jogja, dan bersepeda. tentu saja, dengan lampu trek ini.

Written by femi adi soempeno

September 1, 2008 at 4:39 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , ,

pantat saya pegel

with one comment

rasanya sudah lama sekali tidak main sepeda.

gara-gara pentil sepeda di jakarta patah, jadinya acara bersepeda hanya dilakukan di jogja saja. dan acara bersepeda di jogja menjadi lebih menyenangkan. bebas polusi, beradu cepat dengan becak dan andong, masih adem dengan banyaknya pepohonan, dan digowes dengan teman. kali ini arun.

rute sudah dibikin: imogiri. tak harus sampai makam imogiri. makam jejeran saja, memburu sate klathak. :p

tapi nyatanya sate klathak tutup! maklum, hari ini hari tirakatan. gosh. jadilah rute didesain ulang. lagipula sudah ada pesan awal dari arun, “aku cuma bisa sampai jam 10 ya …” maka tujuan pun sedikit dialihkan: kotagede. memburu sate sapi di lapangan karang.

acara bersepeda diawali dengan dopingan dua botol bir. hehe … arun sih, pakai acara curhat segala. jadi mau tak mau harus mengeluarkan minuman dingin ini untuk teman berceloteh. sesudahnya, gowes menggowes dimulai.

sesaknya malioboro! saya harus mendentingkan bel sepeda saya lantaran terlalu banyak pejalan kaki yang tumpah ruah di jalanan. maklum, mereka juga ogah berjubel di trotoar dan jalan terlalu pelan beriringan dengan orang-orang yang sebentar-sebentar berhenti untuk menawar barang-barang. okelah. asal masih bisa didentingkan saja.

dan sepeda terus kami arahkan ke kotagede, lewat alun-alun besar, menuju brigjen katamso, bablas menuju kotagede.

kami menggowes sepeda sambil bercerita banyak hal. tentang proyek film, tentang kesibukan saban hari, tentang laki-laki hangat, tentang … banyak hal.

dan, gowesan berujung pada lapangan karang yang tutup. hiks.

jadilah ke kedai hijo milik walhi yang tak jauh dari lapangan karang. kedai yang tak sengaja kami jumpai saat melewati menuju lapangan karang. sesdudahnya, menambal rasa lapar di angkringan nganggo sue.

pulang, kami masih menambah bir untuk menghabiskan malam.

paginya, saya baru berasa tak nyaman duduk. rupanya, pantat saya pegal hasil menggowes semalam dengan arun. ah, lama tak sepedaan sih.

Written by femi adi soempeno

August 17, 2008 at 10:03 pm

siap bersepeda lagi

with 3 comments

tangan saya sudah kuat menggenggam handle bar sepeda lipat. saya siap bersepeda kembali.

lihat, mengusung sepeda dari parkiran sepeda, tangan kanan ini sudah cukup kokoh. ah, 10 kilogram ini. Tapi, boro-boro mengusung 10 kilogram. mengusung kardus isi sepertiganya pun tangan kanan ini terasa cacat. mati.

ini adalah pecutan dari mikrolet 09 yang sedang mogok beredar dua hari terakhir ini. mengandalkan beberapa teman baik untuk menjemput di kos dan mengantar ke kantor, agaknya terlalu berlebihan. dus, tak ada pilihan lain selain bersepeda.

dan, teman di pojok kubikel mengusung pompa mungilnya untuk csl saya. lebih dari sekadar membawakan pompa, malah juga mempompakan sekalian. ah, baik hati nian si empunya centrum ini. superthanks!

jadilah sepeda ini siap dikayuh dari kebayoran lama hingga palmerah utara II.

saya mulai menghitung, berapa lama saya menggudangkan sepeda ini. hmpf. sudah lama. lama sekali. sebulan lebih. mungkin sejak maret. ah, lamanya!

awalnya hanya menggudang di sisi koridor pabrik kata-kata ini. kemudian berpindah di kolong meja di kubikel. dan, menjajal mengisi angin pada akhir bulan lalu. dan sepeda harus terkadang di pelataran lobby. shoot.

sekarang, sepeda ini bisa mulai dijejak lagi. ada yang mau bonceng?

 

Written by femi adi soempeno

May 27, 2008 at 3:21 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , ,