The red femi

Posts Tagged ‘singapura

perjumpaan kecil dengan si kadal basi

leave a comment »

perjumpaan ini tidak pernah saya duga sebelumnya.

kadal basi, begitu saya biasa menyebutnya belakangan ini. teman di negeri merlion yang saya tak pernah lihat sebelumnya. kami hanya saling berceloteh lewat dunia maya. jejaring yahoo messanger. surat elektronik yang diantar oleh pak pos google. dan juga, pesan pendek lewat menara BTS yang disampaikan lewat bebekberry saya. pendeknya, entuk rasa ra oleh rupa. pertemanan ini indah, meski tak pernah berjumpa.

tapi, saya barusan berjumpa. dengan laki-laki ini. tuturnya halus, pelan. aksen jawanya kental. seperti menghadapi laki-laki jawa yang sangat jawa. owh!

saya berjumpa dengannya mengenakan rok batik, kaos hitam, dan sepatu sandal prada. saya menjinjing tas seadanya, seperti jaring ikan. tapi, agaknya rok batik yang saya kenakan mengganggu pemandangannya. “sepertinya, yang namanya femi tidak pake rok … ” waduh.

dan kami menuju warung ayam goreng mbok sabar. baceman ayam kampung yang digoreng. mengkilat, berminyak. rasanya uenak tenan. seminggu terakhir ini kami membincangkan ayam goreng mbok sabar ini. iya, bahkan hingga ke slilit-slilitnya yang membikin saya terpingkal-pingkal.

“kowe isih omong boso jowo to fem?” tanyanya. saya mengangguk, mengiyakan. “tapi sepertinya salah satu dari kita sudah kehilangan kejawaan kita. kamu makan cepet-cepet. makan, orang jogja kan biasanya menikmatinya. pelan-pelan. alon-alon, ora kesusu, ora cepet-cepet …”

saya mengamati piring saya. dalam sekejap, piring saya kosong. cepat. ludes. habis. zero. cilaka.

dan, kami terus bertukar cerita. tentang ketidakinginan sekolah. tentang sebuah pernikahan. tentang keluarga kecil. tentang ayah-ibu dan saudara-saudara. dan pasti, tentang jogja.

terima kasih, boleh mencuri waktu dari keluargamu. senang berjumpa denganmu, kadal basi. semoga liburan paskahmu menyenangkan.

Written by femi adi soempeno

March 16, 2008 at 4:24 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

kegelisahan kecil

with 2 comments

kegelisahan kecil itu muncul juga. kali ini, tentang pencarian si belahan jiwa yang tak kunjung tertangkap tangan. kegelisahan itu muncul dari teman di perantauan.

dia: ning fem
dia: aku kok kepikiran
dia: banyak kaum hawa
dia: opo jaman skg ga butuh kehangatan kaum adam po?
dia: kok koyo ra doh butuh?
….

dia: aku aja juga masih mencari
dia: ngga
dia: ada seorang srikandi menarik hati
dia: tapi kok ga ada minat ke arah
dia: bangun keluarga

rasanya saya ingin terbang ke tempatnya dan berbagi cerita dengannya. meriung di pinggir clarke quay, rasanya pasti menyenangkan sekali.

humh.

teman, tenang. masih ada kok perempuan yang membutuhkan kehangatan laki-laki. aih, bukan hanya berbagi hangatnya pelukan dan kecupan kening di tengah malam. tetapi juga berbagi senyum dan mencuil hari bersama. tak harus menjumput roti di piring yang berbeda, sementara bisa menghabiskan sepotong roti buat berdua. menyurungkan tusukan sate untuk ia gigit, lebih seru ketimbang menggigit tusukan sate buat dimakan sendiri. apa yang lebih indah ketimbang menarik sudut bibir ke atas bersama-sama? rasanya tak ada.

mungkin belum saatnya. atau, mungkin waktunya belum tiba.

nanti, nanti juga tiba masanya. saat perempuan itu datang dengan penuh kehangatan. dengan sepiring kopi pahit dan jejeran pisan di sebelahnya. kemudian, uyon-uyon melantun pelan. menua bersama.

Written by femi adi soempeno

February 18, 2008 at 11:45 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

femi secret

with 3 comments

awalnya, kami berbincang soal makanan, kemudian soal gereja, lha kok nyungsep ke victoria secret. duh.

iya, obrolan kami hanya lewat ponsel. memang, kelewat mahal dibanding chatting yang nyolong bandwith dari kantor. huwks. 😀 jakarta-singapura, mestinya lebih mahal ketimbang jakarta-jakarta. eh, tapi ini bukan soal ongkos ngobrol lewat pesan pendek. ini soal victoria secret.

saya suka bermain air. saya suka mencuci pakaian sendiri. tapi cuaca jakarta yang ogah-ogahan memamerkan bola raksasanya membuat saya jadi malas mencuci. jadinya, ya saya minta orang lain untuk mencucikan pakaian saya. kecuali, pakain dalam saya. 😛

ya, masa sih saya meminta orang lain mencuci kancut dan kutang saya. yang bener aja. pakain dalam, serbet makan, handuk kecil. itu mah jatah saya. sedangkan celana panjang, sprei, handuk, kaos, itu mah jatah orang lain. lagipula, malas antri setrika di ruang tengah.

tapi, teman di sebrang lautan sana agaknya sedang senang memamerkan kepiawaiannya mencuci pakaian. wah. maka saya bilang saja, tau gitu sekalian mencucikan kutang dan kancut saya. eh, dari sinilah kemudian obrolan beralih ke victoria secret.

saya mah punya kancut merek beginian. sesungguhnya bukan perkara merek, tetapi … tetapi apa ya. saya juga tak punya alasan kenapa mengangkut kancut itu. soalnya, mahal murah kancut itu tetap saja bikin cemas alias celana masuk silit. whoops. maab. bisa jadi, pantatnya yang keliru. bisa jadi, gesekan pantat kanan dan kiri tidak konsisten. bisa jadi, celana panjang atau rok bikin si victoria rewel.

di lemari, celana yang bukan victoria secret dan yang victoria secret juga saya pisah dalam keranjang yang berbeda. saya tak ingat kenapa memisahkan begini. seingat saya, lemari saya butuh wadah kancut rotan yang bikin lemari menjadi lebih rapi. karena kelebihan wadah rotan, saya memisahkan keduanya.

tiba-tiba teman yang sedang pamer cucian setumpuk itu nyelonong dengan pesan pendek: femi secret. uwh. menarik. menarik. menarik. kenapa ga bikin kancut merek femi secret ya.

iya, akan saya usulkan nanti. femi secret. bagaimana?

Written by femi adi soempeno

November 12, 2007 at 10:05 am