The red femi

Posts Tagged ‘stece

kapan ber in-line skate?

with one comment

saya mendapatkannya dari sebuah supermarket di berlin, tahun lalu.

in-line skate. mirip sepatu roda dengan roda yang berbaris rapi dari depan ke belakang. sudah hampir sepuluh tahun saya menunda keinginan untuk belajar kembali in-line skate. setelah kecelakaan itu. iya, setelah kecelakaan itu.

sesungguhnya hanya tabrakan kecil. dan, tak meninggalkan rasa trauma. hanya saja, jika mengingat tiba-tiba pintu itu sudah tak berjarak satu sentimeter lagi dari wajah, rasanya saya tak ingin memainkannya lagi.

tapi, saya ingin belajar. pasti seru. maka, saya membungkus satu pasang in-line skate. hanya 10 euro saja. harganya cukup sedap ya?

sudah setahun sejak saya mengangkut sepatu beroda itu, sampai sekarang belum juga terjamah. arun, teman saya, justru yang lebih sering memasangkan pada kakinya. mencobanya berdiri, dan duduk lagi. tanpa mencoba mengayuhnya.

mungkin minggu depan. atau, mungkin minggu depannya lagi. saya akan memulainya. dengan keluarga anung.

belakangan baru saya ketahui, anung dan istrinya, erni, adalah skater. ah, sungguh, saya sangat beruntung.

Written by femi adi soempeno

July 6, 2008 at 11:17 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , ,

hey, kemana kamu?

leave a comment »

kenapa tidak muncul?

saya menunggunya. lelaki yang konon kini bertubuh gempal. dengan gayanya yang sedikit centil. berkacamata tebal. berprofesi sebagai guru.

samuel.

tidak semenitpun memunculkan wajahnya di reriungan ini, sejak kemarin. konon, ia membawa serta kekasihnya yang berasal dari papua. laki-laki.

suaranya habis ditelan deru rel kereta api dalam perjalanan dari jogja ke jakarta. ia mengabarkan kalau ia sudah dalam perjalanan pulang kembali ke jakarta.

mel, harusnya nggak perlu malu.

Written by femi adi soempeno

May 11, 2008 at 3:55 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , , , ,

dixie, kraton kilen dan reriungan kecil

with 2 comments

besok sudah hari minggu. lusa, saatnya bekerja kembali.

tapi rasanya saya masih ingin tinggal di sini. dalam reriungan meriah bersama dengan teman-teman yang dulu berseragam kotak-kotak merah di stella duce. kami sungguh merawat ingatan kami tentang masa-masa kecil berseragam biru-putih di jalan dagen, jogja. tentang erni yang mencuci daging giling. aswin yang memangku dyah. lani yang mengusung tas tanpa buku karena buku-buku kecemplung kolam lele. reza yang ‘mati aku’ terus. yeni yang menjawab ‘it is’ dengan ‘ihik’. tawa kami memenuhi dixie.

kertas-kertas berserakan. KOBAR 3A, namanya. itu koran selembar yang kami bikin dulu. menceritakan secuil masa. menuturkan kisah-kisah anak usia belasan tahun. mengubah kekesalan menjadi sebuah olok-olok. dan hingga kini, kami masih menyimpannya.

sungguh, saya mensyukurinya sebagai sebuah masa yang menyenangkan dalam potongan hidup saya. dan kami melagukan koor yang akur, tak ada masa sekolah yang semenyenangkan masa smp.

dan seporsi spaghetti bolognise di meja saya menjadi tak berasa. hambar.

kami mengusung keceriaan ini ke kraton kilen, hunian sultan. serunya. segerobak bakso pun tak kami sentuh. celoteh ini agaknya lebih mengenyangkan. apalagi, danang greng menghabiskan dua porsi nasi goreng. ujung-ujungnya, aswin menggoda, “wis nang? diitung … segone piro, wedang teh-e piro?” kami menggelak. dan danang pun menyahut, “sekul kalih, teh anget kalih gelas … sedaya pinten, mbak dewi?”

hahahaha …

sungguh, ini reuni terhebat di awal tahun. terima kasih, mbak dewi.

 

Written by femi adi soempeno

May 10, 2008 at 3:21 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , , , ,

rencana pernikahan

with 2 comments

perbincangan dengan teman-teman stella duce bukan hanya soal seragam kotak-kotak merah saja.

lebih dari itu, kami juga membincangkan soal keluarga, anak, kelahiran, dan juga rencana pernikahan. ah. meriah sekali pertukaran tutur ini.

november, anas akan menikah. aswin juga. agustus, welina mendahului keduanya. humh. menikah.semakin sedikit populasi lajang di reriungan kami.

femi, kapan menikah?

 

Written by femi adi soempeno

May 10, 2008 at 3:08 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , , ,

setelah 13 tahun

leave a comment »

setelah 13 tahun, kami berjumpa kembali.

humh. memang, dalam 13 tahun, kami satu dengan lainnya juga berjejalin. lewat ponsel. lewat friendster. lewat ruang bincang di dunia maya. lewat … apapun. kabel bawah tanah dan BTS menjadi fasilitatornya. tapi, kini tak lagi ada fasilitator. yang ada adalah perbincangan tentang masa kecil dengan seragam merah kotak-kotak khas stella duce.

fauzi. via. aswin. dyah. danang wijo. danang greng. erni. rinto. mely. lily. ulin. wewe. lani. daniel. anas.

kami meriung bersama sebelum bertandang ke kraton untuk menghadiri pernikahan mbak dewi, teman di masa kecil kami. nyaris tak ada wajah yang berubah, selain bentuk tubuh yang berubah.

aswin masih celelekan dan suka nggosip dengan tante-tante. badannya menggempal. danang greng masih sama. dia belum menyelesaikan kuliahnya hingga sekarang. via datang dengan pacarnya. kalem dan manjanya belum hilang. tapi dia sudah sedikit lebih dewasa. erni datang dengan anung, suaminya. mereka a good match. keduanya celelekan, meski anung terlihat lebih kalem. erni? uwh … ekspresifnya belum hilang saat bertutur.

rinto membawa si kecil yang berusia 3 bulan di kandungan. tak hentinya saya menatap gelungannya yang mirip pohon natal. 🙂 mama ini tetap saja funky. sama saja dengan dyah yang ‘seperti lupa’ kalau punya anak dua. anas agak menjaga sikap. cool. :)) mungkin karena berkebaya dan bersanding dengan calon suami yang bakal dinikahinya november nanti.

lily yang dulu menggandrungi little wawa (owh, no!!!) juga datang. two thumbs up, doi jauh lebih mungil daripada masa usia belasan dulu. tambah cantik dengan rambut panjangnya. namun, aksennya tak berubah. welina datang dengan pacarnya. masih tinggi, dan tetap tinggi. lani mengusung anak perempuan yang gendut dan suaminya. melly tetap saja bongsor. ulin berkebaya merah, menderetkan kawat untuk merapikan giginya. danang wijo datang dengan ibunya. dia tetap saja celelekan.

lebih dari sekadar nostalgia, kami meriung bersama kembali untuk merawat ingatan dan kenangan. Tuhan, terima kasih.

Written by femi adi soempeno

May 9, 2008 at 9:49 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , , , , ,