The red femi

Posts Tagged ‘teman

berebut perhatian laki-laki dengan laki-laki

leave a comment »

Awalnya adalah sebuah reriungan kecil di dixie, sebuah warung makan yang cukup cozy di Jogja.

Perbincangan saya dengan seorang teman lama begitu hangatnya. Dia banyak bercerita tentang kehidupannya. Saya tahu, dia mulai terbuka dan berbicara terus terang tentang orientasi seksualnya sebagai laki-laki yang menikmati kehangatan dari laki-laki. Tentang rasa cemburu dengan laki-laki lain yang sudah tidur dengan pasangannya. Tentang permainan dahsyat di atas ranjang di sebuah siang dengan seorang laki-laki yang sudah beranak-istri.

Hingga saya mengganti posisi duduk saya agar lebih intim. Dan ternyata ada pemandangan bagus dari balik kaca sebelah tempat kami duduk. Seorang laki-laki dengan kaos merah marun, berkacamata, dan terlihat bersih. Sejurus, laki-laki ini memindahkan posisi duduknya sehingga bisa mengamati meja saya dengan lebih cermat.

Saya merasa, kami sering beradu pandangan. Sampai akhirnya saya membisiki si teman lama, “Eh, wong lanang klambi abang kae nggatekke aku terus!” Tanpa saya duga, si teman lama ini berujar, “Ora fem, dheweke ki ndeloki aku terus!” oh, shoot! Saya hanya terdiam, mencoba menyadarkan diri bahwa saya sedang berebut perhatian seorang laki-laki dengan laki-laki. Owh!

Dan kami mulai berseteru dengan perasaan kami masing-masing tentang perhatian laki-laki dengan kaos merah marun itu. “Dia merhatiin aku!” dan berbalas, “Enggak, aku!” dan begitu seterusnya.

Hah. Entahlah.

Written by femi adi soempeno

September 22, 2008 at 5:03 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

dilarang mengobok-obok kolam sendiri

leave a comment »

saya mengamini betul.

iya. dilarang mengobok-obok kolam sendiri. tak peduli isi di kolam itu menarik dan layak untuk dicaplok, tetapi sebaiknya ada di pinggir kolam saja. mengamatinya. mencermatinya.

lihat, ada senja yang mengedip nakal dari beningnya air di kolam. kedipannya seperti mengajak berbincang. tentang apa saja. tentang daun yang menguning, tentang birunya langit, dan tentang pelangi yang menggores di sore hari selepas bumi membasah.

sesekali, dari kolam itu muncul senyuman yang indah. seperti menggoda. ah, tidak, tidak. hanya ramah saja. iya, senyum yang ramah. dan hanya saya balas dengan anggukan saja. sembari tersenyum, juga dengan ramah. padanya saya belajar tentang senyum ini. senyum yang tulus.

ada pula geliatan daun yang menghijau. adem. kontras dengan beningnya air di kolam. dan sejuk.

saya tahu, saya tak ingin kehilangan indahnya. biar begini saja.

Written by femi adi soempeno

August 27, 2008 at 3:49 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

berdiri, tidak jongkok

with one comment

maaf, sebentar saya mejeng di toilet para manuk.

jadinya ya saya berdiri, tidak jongkok seperti biasanya.  

Written by femi adi soempeno

August 27, 2008 at 3:42 am

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

pantat saya pegel

with one comment

rasanya sudah lama sekali tidak main sepeda.

gara-gara pentil sepeda di jakarta patah, jadinya acara bersepeda hanya dilakukan di jogja saja. dan acara bersepeda di jogja menjadi lebih menyenangkan. bebas polusi, beradu cepat dengan becak dan andong, masih adem dengan banyaknya pepohonan, dan digowes dengan teman. kali ini arun.

rute sudah dibikin: imogiri. tak harus sampai makam imogiri. makam jejeran saja, memburu sate klathak. :p

tapi nyatanya sate klathak tutup! maklum, hari ini hari tirakatan. gosh. jadilah rute didesain ulang. lagipula sudah ada pesan awal dari arun, “aku cuma bisa sampai jam 10 ya …” maka tujuan pun sedikit dialihkan: kotagede. memburu sate sapi di lapangan karang.

acara bersepeda diawali dengan dopingan dua botol bir. hehe … arun sih, pakai acara curhat segala. jadi mau tak mau harus mengeluarkan minuman dingin ini untuk teman berceloteh. sesudahnya, gowes menggowes dimulai.

sesaknya malioboro! saya harus mendentingkan bel sepeda saya lantaran terlalu banyak pejalan kaki yang tumpah ruah di jalanan. maklum, mereka juga ogah berjubel di trotoar dan jalan terlalu pelan beriringan dengan orang-orang yang sebentar-sebentar berhenti untuk menawar barang-barang. okelah. asal masih bisa didentingkan saja.

dan sepeda terus kami arahkan ke kotagede, lewat alun-alun besar, menuju brigjen katamso, bablas menuju kotagede.

kami menggowes sepeda sambil bercerita banyak hal. tentang proyek film, tentang kesibukan saban hari, tentang laki-laki hangat, tentang … banyak hal.

dan, gowesan berujung pada lapangan karang yang tutup. hiks.

jadilah ke kedai hijo milik walhi yang tak jauh dari lapangan karang. kedai yang tak sengaja kami jumpai saat melewati menuju lapangan karang. sesdudahnya, menambal rasa lapar di angkringan nganggo sue.

pulang, kami masih menambah bir untuk menghabiskan malam.

paginya, saya baru berasa tak nyaman duduk. rupanya, pantat saya pegal hasil menggowes semalam dengan arun. ah, lama tak sepedaan sih.

Written by femi adi soempeno

August 17, 2008 at 10:03 pm

sebuah tanda tanya besar

leave a comment »

awalnya hanya perjumpaan kecil saja, dan sebentar. nyatanya, menyisakan pertanyaan yang begitu banyak di kepala saya. ya, laki-laki paruh baya yang ‘begitu baik’ ini. ah.

Written by femi adi soempeno

August 15, 2008 at 2:45 am

Posted in Uncategorized

Tagged with

menyimpan rindu

with 2 comments

saya menyimpan rindu ini. erat.

pada secangkir frappucino java chips di sudut starbucks. pada obrolan yang hangat tentang hidup yang begitu unik ini. pada senja yang merekah hingga habisnya, yang bisa diintip dari punggung bumi.

pada seorang teman. yang hangatnya sudah hilang lebih dari setahun. ah, nyatanya waktu tak juga memupus ego saya. tapi memang demikian adanya.

pun saya tak ingin memutar waktu dan berandai-andai masa itu tak pernah datang. biar saja jejalin yang hangat ini hilang, kabur. sementara saya terus mengayuh jarum jam untuk terus ke kanan, dan kekanan. biar saja. dan saya bisa belajar banyak tentang ini semua.

tapi saya tahu. saya rindu. sangat rindu.

Written by femi adi soempeno

August 14, 2008 at 6:44 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , , ,

untuk orang-orang yang begitu baik

with 3 comments

saya tahu, saya dikelilingi oleh orang-orang yang begitu baik.

dengan senyum hangat. dengan perbincangan ringan. dengan canda yang tak ada habisnya. dengan celaan yang tak ada hentinya. dengan temu janji. dengan cuilan saat jam makan siang.

banyak.

tak ada hentinya saya bersujud syukur untuk semua jejaring yang telah dibuatNya. dan semesta turut membantu. ah, semuanya terlibat, semuanya berjejalin dalam lingkaran ini.

Dia memang sudah mengatur semuanya. seperti kalimat yang selalu saya daraskan dalam setiap persimpuhan saya: terima kasih, Engkau membuat segala sesuatu indah pada waktunya.

dan untuk semua yang terjadi belakangan.

terima kasih, untuk kalian, orang-orang yang begitu baik pada saya.

Written by femi adi soempeno

August 14, 2008 at 6:35 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with , ,